AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran, Teheran Buka Jalan bagi Inspektur Nuklir PBB

AKURAT.CO Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan menangguhkan sementara sanksi terhadap sektor minyak Iran setelah tercapainya kemajuan dalam pembicaraan antara kedua negara di Swiss. Keputusan tersebut diumumkan menyusul pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang mengatakan Iran bersedia mengizinkan inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali memasuki negara itu.
Langkah terbaru ini muncul setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pekan lalu yang menjadi dasar bagi negosiasi lebih lanjut. Kesepakatan tersebut dicapai setelah hampir 40 hari ketegangan regional dan konflik yang berujung pada gencatan senjata yang masih dinilai rapuh.
Dalam keterangannya kepada media di Burgenstock Resort, Swiss, JD Vance menyebut kedua pihak telah meletakkan fondasi yang kuat untuk mencapai kesepakatan final.
“Kami telah membangun fondasi yang sangat baik menuju kesepakatan akhir yang sukses,” kata Vance.
Sanksi Minyak Iran Ditangguhkan
Departemen Keuangan Amerika Serikat secara terpisah mengumumkan bahwa sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran untuk sementara ditangguhkan hingga 21 Agustus. Kebijakan tersebut memungkinkan Iran kembali memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah serta produk turunannya ke pasar internasional.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan keputusan itu diambil setelah Iran menunjukkan komitmen untuk menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dan membuka akses bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dunia. Stabilitas kawasan tersebut menjadi perhatian utama pasar energi global.
Iran Setuju Terima Inspektur Nuklir PBB
Salah satu perkembangan penting dalam perundingan adalah kesediaan Iran menerima kembali tim inspeksi IAEA. Menurut Vance, langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi ketegangan terkait program nuklir Iran.
Sebelumnya, Iran membatasi sebagian kerja sama dengan IAEA setelah sejumlah fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik 12 hari yang terjadi pada 2025. Meski demikian, komunikasi antara Iran dan badan pengawas nuklir PBB tidak sepenuhnya terputus.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa pembahasan mengenai isu nuklir masih bersifat awal dan belum memasuki tahap teknis yang rinci.
Aset Iran Berpotensi Dicairkan
Selain pelonggaran sanksi minyak, perundingan juga mencakup kemungkinan pencairan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan. Namun, JD Vance menegaskan belum ada dana yang dicairkan saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








