Survei Universitas Yerussalem: Mayoritas Warga Israel Sepakat Lanjutkan Gencatan Senjata

AKURAT.CO Survei terbaru yang dilakukan peneliti dari Hebrew University of Jerusalem menunjukkan mayoritas warga Israel cenderung mempertahankan gencatan senjata dengan Iran, meski opini publik tetap terbelah soal langkah militer selanjutnya.
Jajak pendapat nasional yang digelar pada 9–10 April 2026 itu melibatkan 1.312 responden dengan margin of error 3,2 persen. Survei ini menjadi yang pertama dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pekan lalu.
Hasilnya menunjukkan 41% responden memilih menghormati dan melanjutkan gencatan senjata dengan Iran. Sementara 39% menyatakan Israel sebaiknya kembali melancarkan serangan militer. Sebanyak 19% responden menyatakan belum menentukan sikap.
Baca Juga: Kronologi Perseteruan Trump dengan Paus Leo, Terakhir Unggah Foto AI Mirip Paus
Meski demikian, hampir dua pertiga responden menyatakan penolakan terhadap gencatan senjata permanen dengan Iran, menandakan sikap publik yang masih keras terhadap Teheran di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.
Survei juga menyoroti sikap warga Israel terhadap konflik paralel dengan Hizbullah di Lebanon. Lebih dari 61% responden menilai gencatan senjata dengan Iran tidak seharusnya diperluas untuk mencakup pertempuran melawan Hizbullah.
Situasi keamanan di kawasan masih memanas. Militer Israel dilaporkan terus melakukan serangan di Lebanon selatan, sementara roket dari Hizbullah masih ditembakkan ke wilayah utara Israel.
Temuan survei ini turut berdampak pada dinamika politik domestik. Dukungan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tercatat menurun sejak dimulainya perang dengan Iran.
Saat ini, 34% responden menyatakan akan memilih Netanyahu sebagai perdana menteri, turun dari 40% pada awal konflik.
Baca Juga: Paus Leo XIV Tegaskan Tak Pernah Takut dengan Trump, Injil Jadi Rujukan dalam Perang Iran
Hasil ini mencerminkan tekanan politik yang meningkat terhadap Netanyahu menjelang pemilu yang dijadwalkan paling lambat Oktober mendatang.
Persepsi publik terhadap keberhasilan atau kegagalan strategi militer Israel di Iran diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam kontestasi politik ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








