Akurat Logo

Survei Universitas Yerussalem: Mayoritas Warga Israel Sepakat Lanjutkan Gencatan Senjata

Lufaefi | 14 April 2026, 09:00 WIB
Survei Universitas Yerussalem: Mayoritas Warga Israel Sepakat Lanjutkan Gencatan Senjata
Warga Israel yang Menjauh dari Tempat Terjadinya Perang (istimewa)

AKURAT.CO Survei terbaru yang dilakukan peneliti dari Hebrew University of Jerusalem menunjukkan mayoritas warga Israel cenderung mempertahankan gencatan senjata dengan Iran, meski opini publik tetap terbelah soal langkah militer selanjutnya.

Jajak pendapat nasional yang digelar pada 9–10 April 2026 itu melibatkan 1.312 responden dengan margin of error 3,2 persen. Survei ini menjadi yang pertama dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pekan lalu.

Hasilnya menunjukkan 41% responden memilih menghormati dan melanjutkan gencatan senjata dengan Iran. Sementara 39% menyatakan Israel sebaiknya kembali melancarkan serangan militer. Sebanyak 19% responden menyatakan belum menentukan sikap.

Baca Juga: Kronologi Perseteruan Trump dengan Paus Leo, Terakhir Unggah Foto AI Mirip Paus

Meski demikian, hampir dua pertiga responden menyatakan penolakan terhadap gencatan senjata permanen dengan Iran, menandakan sikap publik yang masih keras terhadap Teheran di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Survei juga menyoroti sikap warga Israel terhadap konflik paralel dengan Hizbullah di Lebanon. Lebih dari 61% responden menilai gencatan senjata dengan Iran tidak seharusnya diperluas untuk mencakup pertempuran melawan Hizbullah.

Situasi keamanan di kawasan masih memanas. Militer Israel dilaporkan terus melakukan serangan di Lebanon selatan, sementara roket dari Hizbullah masih ditembakkan ke wilayah utara Israel.

Temuan survei ini turut berdampak pada dinamika politik domestik. Dukungan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tercatat menurun sejak dimulainya perang dengan Iran.

Saat ini, 34% responden menyatakan akan memilih Netanyahu sebagai perdana menteri, turun dari 40% pada awal konflik.

Baca Juga: Paus Leo XIV Tegaskan Tak Pernah Takut dengan Trump, Injil Jadi Rujukan dalam Perang Iran

Hasil ini mencerminkan tekanan politik yang meningkat terhadap Netanyahu menjelang pemilu yang dijadwalkan paling lambat Oktober mendatang.

Persepsi publik terhadap keberhasilan atau kegagalan strategi militer Israel di Iran diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam kontestasi politik ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi