Akurat Logo

Pengamat AS: Perang Iran Ilegal dan Tak Sesuai Kepentingan Rakyat Amerika

Lufaefi | 9 Maret 2026, 13:16 WIB
Pengamat AS: Perang Iran Ilegal dan Tak Sesuai Kepentingan Rakyat Amerika
Perang Iran Israel

AKURAT.CO Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menuai kritik keras dari kalangan aktivis dan pengamat kebijakan luar negeri di Amerika. CEO CAIR California, Hussam Ayloush, menilai operasi militer tersebut tidak hanya ilegal, tetapi juga bertentangan dengan kepentingan rakyat Amerika.

Dalam opini yang diterbitkan Al Jazeera pada 8 Maret 2026, Ayloush menyatakan, “Perang ini tidak perlu, tidak dapat dibenarkan, tidak konstitusional, melanggar hukum internasional, dan sepenuhnya bertentangan dengan kehendak publik Amerika.”

Menurutnya, keputusan Presiden Donald Trump melancarkan serangan udara terhadap Iran tanpa otorisasi Kongres melanggar Konstitusi AS. Ia menyebut kewenangan menyatakan perang berada di tangan Kongres, bukan presiden. Ayloush juga menilai langkah tersebut mengingatkan pada kebijakan luar negeri pasca-9/11 yang menyeret AS ke konflik panjang dan mahal.

Baca Juga: Perang Iran Israel: Umat Muslim di Washington Gelar Peringatan untuk Ayatollah Khamenei

Ia mengkritik dalih keamanan dan isu nuklir yang kembali digunakan untuk membenarkan serangan terhadap Iran.

“Selama lebih dari 30 tahun, Netanyahu bersikeras bahwa Iran ‘hanya beberapa minggu lagi’ dari bom nuklir. Minggu-minggu itu telah berubah menjadi beberapa dekade,” ujarnya.

Ayloush juga menilai Iran bukan ancaman militer langsung bagi Amerika Serikat. Ia menyebut jajak pendapat menunjukkan publik Amerika lelah dengan perang tanpa akhir dan lebih menginginkan investasi di sektor kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur.

Dalam tulisannya, ia mempertanyakan komitmen slogan America First yang diusung Trump. “Mengapa pasukan Amerika, uang pajak Amerika, dan kredibilitas Amerika dipertaruhkan untuk memenuhi ambisi lama pemerintah asing?” katanya.

Selain itu, Ayloush menyoroti dampak kemanusiaan dari operasi militer tersebut. Ia menyebut serangan udara AS pada hari pertama perang menewaskan sekitar 165 siswi di kota Minab. “Senjata Amerika sekali lagi membuat kita terlibat dalam pembunuhan anak-anak di luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Brent Tembus USD111 per Barel

Ia mendesak Kongres untuk menggunakan kewenangannya menghentikan eskalasi militer yang dinilai tidak sah. Menurutnya, rakyat Amerika berhak atas transparansi dan kebijakan luar negeri yang benar-benar mencerminkan kepentingan nasional.

“Rakyat Amerika tidak menginginkan perang ini. Sudah saatnya pemerintah kita melayani mereka,” tegas Ayloush.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi