Iran Ancam Bombardir Infrastruktur Strategis Israel di Tengah Memanasnya Konflik

AKURAT.CO Iran menyatakan telah menyiapkan rencana serangan balasan terhadap infrastruktur strategis Israel sebagai respons atas dugaan rencana Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat Iran kepada kantor berita Mehr News. Menurutnya, Teheran telah menyiapkan skenario serangan yang menyasar berbagai infrastruktur penting milik Israel serta fasilitas energi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah apabila serangan terhadap Iran benar-benar dilakukan.
"Kami telah menyiapkan program respons yang luas terhadap kemungkinan tindakan tersebut, termasuk sasaran infrastruktur penting rezim Zionis dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan," kata pejabat tersebut, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan kemampuan melakukan operasi militer selama konflik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi saling serang dilaporkan terus terjadi.
Iran sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sebaliknya, Amerika Serikat terus melakukan operasi militer yang menargetkan wilayah Iran.
Baca Juga: Satu Nyawa Yahudi Disebut Lebih Berharga dari 10 Juta Warga Palestina
Selain itu, Iran juga menutup Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional. Pemerintah Iran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut akan tetap ditutup hingga intervensi militer Amerika Serikat berakhir.
Di sisi lain, sejumlah laporan media menyebut Amerika Serikat bersama Israel tengah mempertimbangkan operasi militer yang menargetkan berbagai infrastruktur energi Iran, termasuk depot penyimpanan minyak dan pembangkit listrik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel yang mengonfirmasi rencana operasi militer sebagaimana disebutkan pejabat Iran tersebut. Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun masih terus menjadi perhatian masyarakat internasional karena berpotensi memperluas eskalasi konflik regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







