Akurat Logo

Sejak Hari H Dimulainya Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Telah Langgar 3 Aturan

Lufaefi | 9 April 2026, 08:30 WIB
Sejak Hari H Dimulainya Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Telah Langgar 3 Aturan
Ilustrasi: Gencatan Senjata AS dengan Iran (istimewa)

AKURAT.CO Iran mengecam Amerika Serikat karena dinilai telah melanggar tiga poin tuntutan Teheran tepat pada hari disepakatinya gencatan senjata antara kedua negara.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tiga klausul dalam proposal 10 poin Iran untuk mengakhiri perang telah dilanggar bahkan sebelum negosiasi resmi dimulai.

“Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen—sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,” tulis Ghalibaf melalui akun X miliknya, Rabu (8/4/2026), beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata.

Baca Juga: Dubes Saudi Beberkan Dampak Perang AS-Iran Terhadap Pelaksanaan Ibadah Haji 2026

Ia menambahkan, “Kini, dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi’ justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal.”

Salah satu poin yang dipersoalkan adalah cakupan wilayah gencatan senjata yang menurut Iran juga harus mencakup Lebanon. Hal tersebut sebelumnya turut disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator.

Selain itu, Ghalibaf menyoroti adanya serangan drone yang disebut masih menyusup ke wilayah udara Iran setelah gencatan senjata diumumkan. Ia menilai tindakan itu melanggar klausul yang melarang pelanggaran wilayah selama masa penghentian konflik.

Iran juga mempersoalkan sikap Amerika Serikat dan Israel yang dinilai masih menyangkal hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, yang termasuk dalam proposal 10 poin Teheran.

Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium tetap menjadi garis merah Washington.

Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi damai. “Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump di media sosialnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta meski Harga Avtur Naik

Ia juga menyebut, “Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.”

Gencatan senjata tercapai setelah Trump menunda serangan terbaru AS terhadap Iran selama dua pekan, dengan imbalan Teheran membuka kembali Selat Hormuz dan memulai perundingan.

Iran menganggap kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik karena sebagian besar tuntutannya diterima, sementara pihak AS menyatakan gencatan senjata tercapai setelah tujuan militernya dinilai telah terpenuhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi