Trump Minta Negara-Negara Termasuk China Kirim Kapal Perang Jaga Selat Hormuz

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta sejumlah negara besar mengirim kapal perang untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Strait of Hormuz. Namun hingga Minggu, belum ada negara yang memberikan komitmen resmi.
Permintaan tersebut ditujukan kepada beberapa negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris. Trump berharap negara-negara tersebut membantu menjaga jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka dan aman di tengah lonjakan harga minyak global.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima ekspor minyak global biasanya melewati wilayah tersebut.
Iran Sebut Beberapa Kapal Asing Sudah Melintas
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada CBS bahwa Teheran telah dihubungi sejumlah negara yang meminta jaminan keamanan bagi kapal mereka.
Menurutnya, beberapa kapal dari berbagai negara telah diizinkan melintas, meski ia tidak merinci negara mana saja yang terlibat.
Iran sebelumnya menyatakan jalur Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua negara, kecuali bagi Amerika Serikat dan sekutunya.
Araghchi juga menegaskan Iran tidak melihat alasan untuk berunding dengan AS guna mengakhiri perang. Ia menuduh Israel dan AS memulai konflik melalui serangan terkoordinasi pada 28 Februari, saat pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Iran sedang berlangsung.
Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz untuk Umum, Kecuali untuk AS, Israel dan Sekutunya
Ia juga menyatakan Teheran tidak memiliki rencana untuk mengambil kembali uranium yang diperkaya yang kini tertimbun reruntuhan akibat serangan AS dan Israel tahun lalu.
Negara-Negara Masih Berhati-hati
Meski Trump mendorong keterlibatan internasional, sejumlah negara masih bersikap hati-hati.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan telah berdiskusi dengan Trump mengenai pentingnya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk mengakhiri gangguan terhadap perdagangan global.
Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, mengatakan semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas pasokan energi dunia dan Beijing akan meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk meredakan ketegangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








