Donald Trump Blak-Blakan Jengkel dengan PM Starmer: Inggris Tidak Kooperatif, Tidak Seperti Churchill!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait sikap London dalam konflik Iran. Trump menyatakan tidak puas dengan respons pemerintah Inggris, terutama karena sempat menunda izin penggunaan pangkalan militer Inggris untuk serangan awal AS ke Iran.
“Inggris sangat tidak kooperatif. Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” kata Trump di Gedung Putih.
Sebagai Perdana Menteri Inggris pada 1940, Churchill memang dikenal sangat mendukung Amerika Serikat. Ia aktif membangun komunikasi intensif dengan Presiden Franklin D. Roosevelt untuk memastikan bantuan militer dan logistik bagi Inggris yang saat itu berjuang sendirian melawan Nazi Jerman. Churchill menyambut baik kebijakan Lend-Lease yang memungkinkan AS memasok senjata, kapal, dan bahan perang, langkah yang sangat membantu Inggris bertahan dari tekanan militer Jerman.
Setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor pada Desember 1941 yang mendorong AS masuk perang, Churchill segera terbang ke Washington untuk memperkuat aliansi kedua negara. Hubungan keduanya kemudian melahirkan Piagam Atlantik yang menjadi fondasi kerja sama Sekutu dalam menghadapi Blok Poros. Churchill secara konsisten menekankan pentingnya kemitraan strategis Inggris–AS, yang ia pandang sebagai kunci kemenangan Sekutu dan penentu tatanan dunia pascaperang.
Pernyataan itu muncul ketika Inggris bersiap mengirim kapal perang HMS Dragon ke Mediterania untuk memperkuat perlindungan Pangkalan RAF Akrotiri di Siprus. Kapal tersebut dilengkapi sistem pertahanan udara canggih dan akan didukung helikopter antidrone.
Sorotan pada Diego Garcia
Trump juga menyinggung pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, yang disebutnya sebagai “pulau bodoh”. Pangkalan di Samudra Hindia itu kini digunakan pesawat AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurut laporan, pemerintah Inggris awalnya tidak langsung memberikan izin penggunaan pangkalan tersebut. Selain itu, rencana penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius turut menjadi sumber ketegangan baru antara Washington dan London.
Hingga kini, Downing Street belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump.
Inggris Tingkatkan Kesiagaan Militer
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi jet tempur RAF F-35 telah menembak jatuh drone Iran di wilayah udara Yordania dalam 24 jam terakhir. Ini menjadi kali pertama F-35 Inggris digunakan untuk menghancurkan target dalam operasi aktif.
Selain itu, dua helikopter Wildcat dengan rudal Martlet akan dikerahkan untuk memperkuat pertahanan di sekitar Siprus. RAF Akrotiri sebelumnya menjadi sasaran drone Iran meski hanya menimbulkan kerusakan ringan.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran di berbagai titik Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






