Akurat

Ali Khamenei Tewas, Iran Nyatakan 40 Hari Berkabung Nasional

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 1 Maret 2026, 09:18 WIB
Ali Khamenei Tewas, Iran Nyatakan 40 Hari Berkabung Nasional
Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

AKURAT.CO Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut laporan tersebut, Khamenei disebut tewas saat berada di kantornya pada Sabtu dini hari.

Media negara menyatakan bahwa saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa.

“Serangan pengecut ini terjadi pada dini hari Sabtu,” demikian pernyataan yang dikutip dari media resmi Iran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Khamenei.

“Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan sedang berduka atasnya, seorang pemimpin yang unik dalam kemurnian jiwa, kekuatan iman, kecerdikan dalam urusan negara, keberanian menghadapi pihak yang arogan, serta perjuangan di jalan Tuhan,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sebelum serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terjadi, Ayatollah Ali Khamenei berulang kali menegaskan bahwa kematian hanyalah soal waktu dan tidak akan menggoyahkan pemerintahan Republik Islam Iran.

Ia juga menyatakan, negaranya telah bersiap menghadapi perang jangka panjang, termasuk menyiapkan mekanisme suksesi kepemimpinan apabila dirinya wafat akibat serangan AS dan sekutunya.

Baca Juga: Iran Konfirmasi Khamenei Tewas, AS-Israel Lanjutkan Serangan Tanpa Henti

Serangan dan Balasan

Serangan yang diklaim menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut momen ini sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan.

Laporan menyebutkan adanya serangan yang menghantam wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk. Situasi ini memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri Iran, serangan tersebut memicu kepanikan. Warga dilaporkan mulai meninggalkan beberapa kota besar karena khawatir konflik akan semakin meluas.

Perkembangan situasi masih berlangsung dan informasi terus diperbarui.

Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini berada pada titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak geopolitik yang berpotensi meluas ke seluruh kawasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.