Akurat

Raja Charles Dukung Polisi Inggris Selidiki Pangeran Andrew yang Terseret Skandal Epstein Files

Fitra Iskandar | 10 Februari 2026, 08:48 WIB
Raja Charles Dukung Polisi Inggris Selidiki Pangeran Andrew yang Terseret Skandal Epstein Files

AKURAT.CO Raja Charles III untuk pertama kalinya angkat bicara secara terbuka terkait pengungkapan dokumen kasus Jeffrey Epstein (Epstein Files). Istana Buckingham menyatakan siap mendukung penyelidikan kepolisian jika diminta, terkait tuduhan yang menyeret nama adiknya, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin, juru bicara istana mengatakan Raja Charles menunjukkan keprihatinan mendalam atas berbagai tuduhan yang terus muncul mengenai perilaku Pangeran Andrew.

“Raja telah menegaskan, baik melalui pernyataan maupun tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahwa ia sangat prihatin terhadap tuduhan yang terus terungkap terkait perilaku Tuan Mountbatten-Windsor,” kata juru bicara tersebut. Ia menambahkan, apabila Kepolisian Thames Valley meminta bantuan, pihak istana siap memberikan dukungan sebagaimana mestinya.

Email Picu Pertanyaan Soal Informasi Rahasia

Nama Pangeran Andrew kembali menjadi sorotan setelah dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat bulan lalu memuat jutaan halaman arsip, termasuk sejumlah email. Dalam dokumen itu, disebutkan Andrew diduga mengirim laporan dagang bersifat rahasia kepada Jeffrey Epstein pada 2010 — setelah Epstein divonis dalam perkara kejahatan seksual terhadap anak.

Email tersebut menunjukkan Andrew meneruskan briefing mengenai kunjungan ke Singapura, Hong Kong, dan Vietnam, serta informasi sensitif tentang peluang investasi di Afghanistan. Sejumlah materi disebut diteruskan hanya beberapa menit setelah ia menerimanya dari penasihat saat itu.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan pelanggaran aturan kerahasiaan. Saat periode itu, Andrew menjabat sebagai utusan dagang pemerintah yang terikat pedoman perlindungan informasi komersial dan politik sensitif.

Pangeran Andrew secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan belum memberikan komentar terbaru sejak dokumen tambahan dirilis.

Polisi Kaji Dasar Penyelidikan

Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi sedang menilai apakah terdapat dasar untuk membuka penyelidikan resmi. Aparat meninjau laporan yang diajukan kelompok anti-monarki Republic, yang menuduh adanya dugaan penyalahgunaan jabatan publik serta kemungkinan pelanggaran undang-undang kerahasiaan resmi.

Keluarga Kerajaan Jaga Jarak

Sejumlah anggota senior keluarga kerajaan lainnya juga menyampaikan keprihatinan atas perkembangan terbaru. Juru bicara Pangeran William dan Catherine, Princess of Wales, menyebut keduanya “sangat prihatin” terhadap rangkaian pengungkapan baru.

“Pikiran mereka tetap tertuju kepada para korban,” kata juru bicara tersebut menjelang kunjungan resmi Pangeran William ke Arab Saudi.

Saat Raja Charles melakukan kunjungan ke Clitheroe, Inggris utara, seorang warga terdengar meneriakkan pertanyaan tentang pengetahuannya atas kasus Andrew. Seruan itu kemudian ditanggapi dengan sorakan penolakan dari warga lain di lokasi.

Andrew Kehilangan Status Kerajaan

Pangeran Andrew mundur dari tugas-tugas publik pada 2019 setelah menuai kritik atas hubungannya dengan Epstein. Pada 2022, ia mencapai penyelesaian finansial dengan Virginia Giuffre, yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual saat dirinya masih remaja. Andrew membantah tuduhan tersebut. Giuffre dilaporkan meninggal dunia akibat bunuh diri tahun lalu.

Pada Oktober 2025, setelah gelombang awal pengungkapan dokumen Epstein, Andrew dicabut dari sisa gelar kerajaannya. Ia juga diminta meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor, dan pindah ke properti kerajaan yang lebih privat.

Dampak pengungkapan dokumen Epstein juga merambah ranah politik Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi tekanan setelah penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat dipersoalkan. Mandelson disebut muncul dalam dokumen dan diduga pernah membagikan materi pemerintah kepada Epstein pada 2009–2010. Polisi saat ini juga menelaah dugaan pelanggaran jabatan publik terkait hal tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.