Hasil Perundingan di Jenewa, Menlu Iran Sebut Ada Kemajuan Tetapi Banyak Detail yang Harus Dibahas

AKURAT.CO Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip panduan utama dalam perundingan untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung lama. Namun, kesepahaman tersebut belum berarti kesepakatan final akan segera terwujud.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan kedua pihak mencapai titik temu awal dalam pembicaraan yang digelar di Jenewa pada Selasa (17/2).
Harga kontrak minyak berjangka turun setelah pernyataan tersebut. Patokan minyak Brent melemah lebih dari 1 persen karena pasar menilai risiko konflik kawasan mereda, di tengah pengerahan kekuatan laut Amerika Serikat untuk menekan Iran agar memberi konsesi.
“Berbagai gagasan telah diajukan, gagasan-gagasan itu telah dibahas secara serius, dan pada akhirnya kami dapat mencapai kesepakatan umum mengenai sejumlah prinsip panduan,” kata Araqchi kepada media Iran usai perundingan di Jenewa.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan Iran akan menyampaikan proposal rinci dalam dua pekan ke depan untuk menutup celah perbedaan dalam perundingan nuklir.
“Ada kemajuan, tetapi masih banyak detail yang perlu dibahas,” kata pejabat tersebut yang menolak disebutkan namanya.
Mediasi Oman dan Langkah Lanjutan
Pembicaraan tidak langsung mempertemukan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Jared Kushner bersama Araqchi, dengan mediasi Oman. Pihak White House tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan terkait pertemuan tersebut.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, menyatakan melalui media sosial bahwa “masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan” namun kedua negara meninggalkan perundingan dengan “langkah lanjutan yang jelas”.
Selat Hormuz Sempat Ditutup Saat Latihan Militer
Seiring dimulainya perundingan, media pemerintah Iran melaporkan penutupan sementara sebagian wilayah Selat Hormuz — jalur vital pasokan minyak global — dengan alasan langkah pengamanan saat pasukan elit Islamic Revolutionary Guard Corps menggelar latihan militer. Penutupan dilaporkan berlangsung beberapa jam, tanpa kepastian apakah jalur itu telah dibuka sepenuhnya.
Teheran sebelumnya mengancam akan menutup selat tersebut bagi pelayaran komersial jika diserang, yang berpotensi mengganggu sekitar seperlima arus minyak dunia dan mendorong lonjakan harga minyak mentah.
Peringatan Pemimpin Tertinggi Iran
Menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa pergantian rezim di Iran mungkin menjadi opsi terbaik, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menegaskan upaya menggulingkan pemerintahannya akan gagal.
“Presiden AS mengatakan militernya yang terkuat di dunia, tetapi militer terkuat di dunia pun kadang bisa ditampar begitu keras hingga tidak dapat bangkit,” ujarnya menurut media Iran.
Dalam konferensi perlucutan senjata di Jenewa, Araqchi mengatakan telah terbuka “jendela peluang baru” dan berharap perundingan menghasilkan solusi “yang berkelanjutan” yang mengakui hak-hak sah Iran.
Trump sebelumnya mengatakan dirinya akan terlibat “secara tidak langsung” dalam perundingan Jenewa dan meyakini Iran ingin mencapai kesepakatan.
“Saya tidak berpikir mereka menginginkan konsekuensi jika tidak membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.
“Kita sebenarnya bisa mencapai kesepakatan daripada harus mengirim pesawat B-2 untuk melumpuhkan potensi nuklir mereka. Dan kami memang harus mengirim B-2,” ujarnya, merujuk pesawat pembom siluman milik United States Air Force.
Latar Serangan dan Posisi Kedua Negara
Amerika Serikat bergabung dengan Israel pada Juni lalu dalam pemboman fasilitas nuklir Iran. Washington dan Israel meyakini Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam Israel. Iran membantah dan menyatakan program nuklirnya murni untuk tujuan damai, meski tingkat pengayaan uranium telah melampaui kebutuhan pembangkit listrik dan mendekati tingkat untuk senjata.
Iran menegaskan hanya bersedia membahas pembatasan program nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi, serta menolak membicarakan program rudal. Khamenei kembali menegaskan persediaan rudal Iran tidak dapat dinegosiasikan dan jenis serta jangkauannya tidak berkaitan dengan Amerika Serikat.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa keberhasilan perundingan Jenewa bergantung pada tidak adanya tuntutan yang tidak realistis dari AS serta keseriusan Washington mencabut sanksi berat terhadap Iran.
Iran merupakan anggota perjanjian non-proliferasi nuklir dan bekerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency. Israel tidak menandatangani perjanjian tersebut dan tidak mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir dalam kebijakan ambigu yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









