Akurat

Mobil Dibakar dan Bandara Dikunci, Turis AS Terjebak Kerusuhan Usai Bos Kartel El Mencho Tewas

Fitra Iskandar | 23 Februari 2026, 17:25 WIB
Mobil Dibakar dan Bandara Dikunci, Turis AS Terjebak Kerusuhan Usai Bos Kartel El Mencho Tewas

AKURAT.CO Sejumlah wisatawan Amerika Serikat (AS) yang tengah berlibur di Puerto Vallarta, Meksiko, mengaku terjebak dalam gelombang kekerasan setelah pemimpin kartel besar Nemesio Oseguera alias “El Mencho” dilaporkan tewas dalam operasi militer.

Kematian tokoh Kartel Jalisco New Generation (CJNG) itu memicu aksi balasan yang berujung pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, serta penjarahan toko di sejumlah titik kota resor populer tersebut.

Maskapai membatalkan sejumlah penerbangan, sementara otoritas mengeluarkan imbauan agar warga dan turis tetap berlindung di tempat (shelter in place).

Mobil Dibakar, Jalan Ditutup

Eugene Marchenko (37), wisatawan asal Charleston, Carolina Selatan, mengatakan ia terbangun oleh suara klakson keras dan mendapati enam mobil terbakar tepat di luar balkon penginapannya yang disewa melalui Airbnb.

“Semuanya benar-benar dilalap api. Total ada enam mobil dan satu truk tangki bahan bakar yang terbakar,” ujarnya kepada Fox News Digital.

Ia dan istrinya, yang baru sehari tiba di Meksiko, terpaksa mengungsi selama beberapa jam karena khawatir truk tangki yang terbakar bisa meledak.

Marchenko juga melihat rekaman video dari tetangganya yang menunjukkan pria-pria yang diduga anggota kartel memaksa pengendara keluar dari mobil sebelum menyiram kendaraan dengan bensin dan membakarnya.

Pada siang hari, ia keluar mencari makanan dan melihat sejumlah apotek serta toko kecil hangus terbakar. Ia juga menyebut sekelompok orang muda menjarah bangunan untuk mengambil bir dan rokok.

Video yang diperoleh media menunjukkan helikopter berputar-putar di atas gedung apartemennya, sementara kendaraan lapis baja dan personel militer Meksiko berpatroli di jalanan.

Transportasi umum dan layanan transportasi daring dilaporkan berhenti total. Marchenko mengaku tidak tahu bagaimana menuju bandara jika penerbangan kembali dibuka.

Meski demikian, ia menilai situasi tidak disertai kepanikan massal. “Hampir tidak ada yang panik. Kebanyakan orang terlihat lebih kesal daripada takut,” katanya.

Bandara Dikunci, Turis Bertahan dengan Makanan Terbatas

Wisatawan lain, Adriana Belli (49) asal Miami, mengatakan ia berencana menghadiri pernikahan di Guadalajara dan merayakan ulang tahun temannya di Mexico City. Ia mengaku terkejut dengan pecahnya kekerasan.

Menurutnya, sejumlah turis AS yang telah lama berkunjung ke Puerto Vallarta sebelumnya menyebut kawasan itu sangat aman.

Belli mengatakan para tamu yang sudah tiba di bandara kini dikunci di dalam area bandara dan tidak dapat keluar. “Mereka hanya bertahan dengan makanan ringan seperti granola bar,” ujarnya.

Sumber lain yang menginap di resor berbeda menyebut restoran dan layanan kamar ditutup. Para tamu dikumpulkan di lobi untuk menerima persediaan makanan terakhir yang tersedia.

Ia mengaku perjalanan itu merupakan pertama kalinya ia dan istrinya bepergian tanpa anak mereka yang berusia empat tahun. Dalam situasi mencekam tersebut, ia bahkan menghubungi keluarganya di rumah untuk memberi tahu lokasi dokumen wasiatnya.

“Ini pertama kalinya kami pergi tanpa anak kami. Istri saya bilang kami tidak akan meninggalkannya lagi,” ujarnya.

Meski menggambarkan situasi seperti “zona perang”, ia tetap optimistis otoritas Meksiko dapat mengendalikan keadaan dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Meksiko: El Mencho Tewas dalam Operasi Militer

Kementerian Pertahanan Meksiko pada Minggu menyatakan Nemesio Oseguera tewas dalam operasi militer. Laporan tersebut memicu ketidakpastian dan kerusuhan di beberapa negara bagian, sementara aparat berupaya menstabilkan situasi keamanan.

Hingga kini, kondisi di Puerto Vallarta dan wilayah sekitarnya masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan, menyusul aksi balasan yang diduga dilakukan jaringan kartel setelah kematian El Mencho.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.