Akurat

AS Mengakui Ikut Terlibat dalam Operasi Militer Meksiko yang Menewaskan Bos Kartel El Mencho

Fitra Iskandar | 24 Februari 2026, 10:34 WIB
AS Mengakui Ikut Terlibat dalam Operasi Militer Meksiko yang Menewaskan Bos Kartel El Mencho


AKURAT.CO Operasi militer besar yang didukung intelijen Amerika Serikat (AS) menewaskan salah satu pemimpin kartel narkoba paling kuat di dunia, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho. Operasi tersebut memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah Meksiko dan menewaskan puluhan orang.

Gedung Putih menyatakan AS memberikan dukungan intelijen kepada militer Meksiko dalam operasi yang berlangsung pada Minggu waktu setempat. El Mencho diketahui merupakan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), organisasi yang dituding sebagai salah satu pemasok utama fentanyl ke pasar Amerika Utara.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut operasi itu sebagai bukti kuatnya kerja sama keamanan kedua negara.

“Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko untuk membantu pelaksanaan operasi … di mana Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera Cervantes, gembong narkoba terkenal dan pemimpin Kartel Jalisco New Generation, berhasil dilumpuhkan,” ujarnya dalam pernyataan di media sosial.

Ia menegaskan, “Tahun lalu, Presiden Trump secara tepat menetapkan Kartel Jalisco New Generation sebagai Organisasi Teroris Asing — karena memang itulah hakikatnya.”

Leavitt juga menyatakan bahwa dalam operasi tersebut, “tiga anggota kartel lainnya tewas, tiga terluka, dan dua orang ditangkap.” Ia menambahkan, “Presiden Trump sangat jelas — Amerika Serikat akan memastikan para narco-teroris yang mengirimkan obat-obatan mematikan ke tanah air kita akan menghadapi hukuman yang selama ini pantas mereka terima.”

Bagi Presiden Donald Trump, operasi ini dinilai sebagai pembenaran atas sikap kerasnya terhadap perdagangan narkoba lintas negara dan tekanan kepada pemerintah kawasan, termasuk Meksiko, untuk bertindak lebih tegas terhadap kartel.

Blokade Sudah Dibersihkan

Kematian El Mencho memicu aksi balasan cepat dari jaringan kartel. Lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam gelombang kekerasan awal. Otoritas Meksiko menyebut sedikitnya 25 anggota Garda Nasional gugur, bersama sekitar 30 tersangka kriminal, seorang sipir penjara, dan seorang agen kejaksaan negara bagian.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintah telah membersihkan blokade jalan yang didirikan kelompok kriminal dan situasi mulai dipulihkan.

“Saudara-saudara dapat merasa tenang karena perdamaian sedang dijaga,” ujarnya dalam konferensi pers.

Sejumlah bandara utama sempat ditutup, termasuk di Guadalajara dan Puerto Vallarta, akibat situasi keamanan. Pembatalan penerbangan dan penutupan jalan membuat sejumlah wisatawan, termasuk warga negara AS, tertahan dan tidak dapat segera kembali ke negaranya.

Departemen Luar Negeri AS mengimbau warganya untuk tetap berada di lokasi aman. Kedutaan Besar AS menyatakan, “Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait, warga negara AS di sejumlah lokasi di Meksiko diminta untuk tetap berlindung di tempat.”

Potensi Instabilitas Baru

Meski dianggap sebagai pukulan besar terhadap CJNG, sejumlah analis memperingatkan risiko kekosongan kekuasaan di dalam kartel.

Sandra Pellegrini, analis senior Amerika Latin dari Armed Conflict Location & Event Data, menyatakan, “Pembunuhan pemimpin CJNG Nemesio Oseguera Cervantes merupakan perkembangan operasional yang signifikan bagi pasukan Meksiko, tetapi laporan tentang blokade jalan dan pembakaran segera setelahnya menunjukkan betapa cepatnya kartel dapat memobilisasi aksi balasan untuk menunjukkan kendali yang masih mereka miliki.”

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa penghilangan pemimpin jarang mengurangi kekerasan dalam jangka panjang, dan justru sering memicu ketidakstabilan ketika faksi-faksi bersaing memperebutkan kekuasaan,” tambahnya.

Menurut intelijen AS, CJNG memiliki sedikitnya 15.000 anggota dan menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dari perdagangan narkoba global, termasuk ke AS, Kanada, Eropa, Asia, dan Afrika. Pemerintah AS sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.

Pejabat Meksiko menyatakan El Mencho terluka saat operasi penangkapan di Tapalpa, negara bagian Jalisco, dan meninggal ketika diterbangkan menuju ibu kota.

Ke depan, stabilitas keamanan Meksiko diperkirakan akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengendalikan potensi konflik internal di dalam kartel yang selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling kuat dan brutal di kawasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.