Akurat

Militer Thailand Temukan Bukti Jaringan Penipuan Internasional di Kompleks Scam Perbatasan Kamboja

Fitra Iskandar | 3 Februari 2026, 09:33 WIB
Militer Thailand Temukan Bukti Jaringan Penipuan Internasional di Kompleks Scam Perbatasan Kamboja

AKURAT.CO Militer Thailand pada Senin (2/2) menyatakan telah menemukan sejumlah besar barang bukti terkait penipuan lintas negara di sebuah kompleks scam di wilayah O’Smach, Kamboja, yang sebelumnya dikuasai saat bentrokan perbatasan kedua negara tahun lalu.

Dalam pengarahan kepada wartawan dan delegasi asing di Provinsi Surin, pejabat senior militer Thailand mengatakan kompleks O’Smach menampung ribuan orang. Banyak di antaranya diduga korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan penipuan daring terhadap orang asing atau menghadapi hukuman.

Militer Thailand juga memperlihatkan salah satu dari beberapa gedung di kompleks tersebut yang sempat dibom dan kemudian diduduki pasukan Thailand pada akhir tahun lalu. Gedung enam lantai itu dipenuhi dokumen, termasuk daftar panjang calon target beserta data kontak, serta naskah percakapan yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Wilayah O’Smach sebelumnya telah disebut sebagai basis operasi penipuan oleh sejumlah pihak, termasuk Amerika Serikat, yang menyoroti praktik perdagangan manusia dan pemaksaan tindak kriminal di lokasi tersebut.

“Alasan kami memperlihatkan tempat ini hari ini adalah agar dunia melihat bagaimana lokasi ini digunakan sebagai basis kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Letnan Jenderal Teeranan Nandhakwang, Direktur Jenderal Intelijen Angkatan Darat Kerajaan Thailand.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, mengatakan Thailand menjadikan pusat penipuan sebagai dalih untuk melakukan serangan militer. Ia menegaskan Kamboja sedang melakukan operasi penindakan terhadap praktik penipuan dan berjanji akan memberantas industri ilegal tersebut sebelum April.

Thailand dan Kamboja sebelumnya terlibat bentrokan sengit selama beberapa pekan di wilayah perbatasan sengketa. Kedua negara mencapai gencatan senjata pada akhir Desember, yang menjadi gencatan kedua dalam beberapa bulan terakhir dan menghentikan pertempuran terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Selama bentrokan berlangsung, militer Thailand menyerang beberapa kompleks kasino yang dituduh sebagai pusat operasi penipuan. Thailand juga menuding lokasi tersebut digunakan untuk menyimpan senjata dan melancarkan serangan.

Dalam penggerebekan di kompleks O’Smach, militer Thailand menyita sedikitnya 871 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi internasional anonim, puluhan ponsel pintar, lencana polisi palsu, serta seragam polisi tiruan.

Wartawan yang mengunjungi lokasi juga menemukan sejumlah ruangan yang ditata menyerupai kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Brasil, China, dan Australia.

Sejumlah kawasan di Asia Tenggara, khususnya wilayah perbatasan Thailand, Myanmar, dan Kamboja, dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pusat penipuan online yang menghasilkan miliaran dolar setiap tahun. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.