Akurat

Bill dan Hillary Clinton Akan Bersaksi dalam Penyelidikan DPR AS soal Jeffrey Epstein

Fitra Iskandar | 3 Februari 2026, 09:06 WIB
Bill dan Hillary Clinton Akan Bersaksi dalam Penyelidikan DPR AS soal Jeffrey Epstein

AKURAT.CO Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan memberikan kesaksian dalam penyelidikan DPR AS terkait kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang telah meninggal dunia. Kepastian ini disampaikan juru bicara Bill Clinton. 

Disebutkan kehadiran Bill dan Hillary sekaligus untuk menghindari kemungkinan pemungutan suara untuk menyatakan keduanya menghina Kongres.

Sebelumnya, pasangan Clinton menolak hadir dalam pemeriksaan anggota parlemen yang menyelidiki penanganan otoritas terhadap penyelidikan awal kasus Epstein, seorang pengusaha yang memiliki jaringan luas dengan kalangan elite bisnis dan politik dunia.

“Mantan Presiden dan mantan Menteri Luar Negeri akan hadir. Mereka menantikan untuk menetapkan preseden yang berlaku bagi semua orang,” kata juru bicara Clinton, Angel Urena, melalui platform X.

Komite Aturan DPR AS sebelumnya telah meloloskan resolusi yang menuduh pasangan Clinton mengabaikan surat panggilan resmi (subpoena) untuk hadir langsung dan menjelaskan hubungan mereka dengan Epstein, yang meninggal dalam tahanan pada 2019.

Kasus Epstein terus memicu dampak politik di Washington dan menyeret sejumlah nama besar di dunia politik AS. Perkara ini juga memperlihatkan tajamnya persaingan partisan di Kongres.

Politisi Partai Demokrat menilai penyelidikan tersebut dipolitisasi untuk menyerang lawan politik Presiden Donald Trump. Mereka menyoroti bahwa Trump, yang juga pernah berhubungan lama dengan Epstein, belum dipanggil untuk memberikan kesaksian.

Trump sebelumnya berupaya selama berbulan-bulan untuk menahan publikasi dokumen penyelidikan terkait Epstein, yang selama bertahun-tahun bergaul dengan kalangan elite, termasuk miliarder, politisi, akademisi, dan selebritas.

Baik Trump maupun pasangan Clinton tidak pernah didakwa melakukan tindak pidana terkait aktivitas Epstein.

Dalam surat penolakan awal mereka, pasangan Clinton beralasan surat panggilan tidak sah karena tidak memiliki tujuan legislasi yang jelas.

Politisi Partai Republik menyatakan hubungan masa lalu pasangan Clinton dengan Epstein, termasuk penggunaan jet pribadi Epstein oleh Bill Clinton pada awal 2000-an, menjadi dasar perlunya pemeriksaan langsung di bawah sumpah.

Sebagai gantinya, pasangan Clinton telah menyerahkan pernyataan tertulis di bawah sumpah yang menjelaskan pengetahuan mereka tentang Epstein dan rekannya, Ghislaine Maxwell, yang saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas kasus perdagangan seks.

Bill Clinton mengakui pernah terbang dengan pesawat Epstein untuk kegiatan kemanusiaan terkait Clinton Foundation, namun menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Hillary Clinton menyatakan tidak memiliki interaksi berarti dengan Epstein, tidak pernah terbang dengan pesawatnya, dan tidak pernah mengunjungi pulaunya.

Rencana pemungutan suara untuk menyatakan penghinaan terhadap Kongres dinilai berpotensi memicu perpecahan di internal Partai Demokrat. Sejumlah anggota Demokrat mengakui tidak seorang pun seharusnya kebal dari pemeriksaan dalam upaya mengungkap sepenuhnya kejahatan Epstein.

Namun sebagian lainnya khawatir langkah itu akan dimanfaatkan sebagai strategi partisan untuk mengalihkan perhatian dari hubungan masa lalu Trump dengan Epstein.

Departemen Kehakiman AS pekan lalu merilis apa yang disebut sebagai kumpulan dokumen terakhir terkait penyelidikan kasus Epstein.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.