Akurat

Kekerasan Rasis Polisi Belanda terhadap Dua Wanita Muslim Picu Protes Besar di Utrecht

Kumoro Damarjati | 30 Januari 2026, 21:26 WIB
Kekerasan Rasis Polisi Belanda terhadap Dua Wanita Muslim Picu Protes Besar di Utrecht

AKURAT.CO Aksi unjuk rasa digelar di Kota Utrecht, Belanda, pada Kamis menyusul dugaan kekerasan bermotif rasis yang dilakukan seorang polisi terhadap dua perempuan Muslim. Insiden tersebut terjadi pada Senin lalu di Utrecht dan memicu kecaman luas dari masyarakat. 

Puluhan orang berkumpul di Lapangan Vredenburg untuk memprotes tindakan aparat kepolisian yang disebut memukul salah satu korban dengan tongkat dan menendang korban lainnya di bagian perut. Para peserta aksi menilai peristiwa tersebut bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari kekerasan rasis yang dinilai terjadi secara sistematis dan berulang.

Dalam orasinya, massa menuntut kepolisian Belanda menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan publik, serta menjamin insiden serupa tidak terulang. Mereka juga mendesak agar polisi yang terlibat segera dinonaktifkan dari jabatannya.

Sejumlah slogan disuarakan dalam aksi tersebut, di antaranya “No justice, no peace”, “No to racist police”, dan “Fascist police, stop the terror”. Usai berorasi, massa kemudian melakukan long march menuju Kantor Polisi Paardenveld di Utrecht.

Aksi protes ini digelar setelah rekaman video kejadian tersebut viral di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang polisi melakukan kekerasan terhadap dua perempuan Muslim di depan pusat perbelanjaan Hoog Catharijne, Utrecht.

Kepolisian Belanda menyatakan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Dalam keterangan resminya, polisi menyebut seluruh rekaman video yang tersedia akan diteliti sebagai bagian dari proses investigasi. Polisi juga mengungkapkan bahwa salah satu perempuan sempat ditahan dengan dugaan menghina petugas.

Sementara itu, juru bicara kepolisian mengatakan rekaman tersebut memicu emosi dan pertanyaan serius di tengah publik, terutama terkait isu rasisme, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran publik Belanda, NOS.

Pengacara kedua korban, Anis Boumanjal, kepada NOS menyebut kliennya mendapat perlakuan rasis dari polisi yang bersangkutan. Salah satu ucapan yang dilontarkan aparat tersebut adalah, “Kamu tidak pantas berada di negara ini.”

Boumanjal menambahkan, kedua perempuan itu mengalami luka akibat insiden tersebut dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.