Akurat

30 Ribu Warga Palestina Menanti Pembukaan Penyeberangan Rafah untuk Kembali ke Gaza

Fitra Iskandar | 30 Januari 2026, 20:55 WIB
30 Ribu Warga Palestina Menanti Pembukaan Penyeberangan Rafah untuk Kembali ke Gaza

AKURAT.CO Sedikitnya 30.000 warga Palestina telah mendaftarkan diri di Kedutaan Besar Palestina di Kairo dan kini menunggu pembukaan kembali penyeberangan Rafah agar dapat kembali ke Jalur Gaza. Informasi tersebut disampaikan Associated Press dengan mengutip pejabat Kedutaan Palestina yang enggan disebutkan namanya karena pembahasan teknis pembukaan perlintasan masih berlangsung.

Associated Press juga mengutip seorang pejabat Israel yang menyebut Mesir akan menyerahkan daftar nama warga Palestina kepada Israel setiap hari untuk proses penyaringan dan pengambilan keputusan keamanan.

Pejabat tersebut mengatakan, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Pendudukan (COGAT) akan mengatur transportasi warga Palestina menggunakan bus menuju dan dari penyeberangan Rafah.

Meski demikian, ia menegaskan tidak akan ada tentara Israel yang ditempatkan di area penyeberangan. Namun, warga Palestina yang keluar atau masuk tetap akan menjalani pemeriksaan keamanan oleh Israel di dalam wilayah Gaza.

Sebelumnya, pemeriksaan semacam ini dilakukan oleh tentara Israel serta kontraktor swasta asal Amerika Serikat.

Pada Selasa lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa setiap orang yang melintas di perbatasan tetap berada di bawah pengawasan ketat Israel. “Siapa pun yang masuk atau keluar akan diperiksa, dan pemeriksaannya menyeluruh,” ujar Netanyahu.

Operasional penyeberangan Rafah nantinya akan dijalankan oleh petugas Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (European Union Border Assistance Mission) bersama Otoritas Palestina.

Pejabat Palestina juga menyampaikan kepada Associated Press bahwa petugas kepolisian berpakaian sipil akan melakukan stempel paspor, seperti yang pernah dilakukan saat gencatan senjata singkat pada awal 2025 dan sebelum Hamas mengambil alih Gaza pada 2007.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.