Akurat

Iran Eksekusi Pria yang Dituduh Mata-mata Israel

Fitra Iskandar | 28 Januari 2026, 17:05 WIB
Iran Eksekusi Pria yang Dituduh Mata-mata Israel

AKURAT.CO Otoritas Iran mengeksekusi seorang pria yang dinyatakan bersalah melakukan spionase untuk Israel. Eksekusi tersebut dilaksanakan setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis hukuman mati.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, Rabu (28/1) mengatakan bahwa pria tersebut diidentifikasi bernama Hamidreza Sabet Esmailpour. Ia ditangkap aparat keamanan Iran pada 29 Mei 2025 dengan tuduhan melakukan spionase dan kerja sama intelijen dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Menurut laporan Fars, Esmailpour dituduh menyerahkan dokumen rahasia dan informasi sensitif kepada seorang perwira intelijen yang terkait dengan Israel. Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam aktivitas operasional, termasuk pengadaan peralatan dan pemindahan kendaraan di wilayah Provinsi Isfahan dan Lorestan.

Penyidik menyebut aktivitas tersebut dilakukan sebagai persiapan aksi sabotase yang menargetkan fasilitas rudal milik Kementerian Pertahanan Iran. Otoritas Iran menyatakan rencana tersebut berhasil diungkap dan digagalkan oleh Kementerian Intelijen.

Eksekusi ini mengikuti pola yang kerap terjadi di Iran, di mana individu secara berkala diadili dan dijatuhi hukuman mati atas tuduhan spionase untuk negara asing, khususnya Israel dan Amerika Serikat. Proses persidangan dalam kasus semacam ini umumnya berlangsung tertutup dan minim akses bagi pengamat independen.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Kedua negara selama bertahun-tahun terlibat konflik tidak langsung yang mencakup serangan siber, pembunuhan terarah, serta dugaan aksi sabotase terhadap infrastruktur militer dan nuklir.

Eksekusi ini juga berlangsung di tengah tekanan domestik terhadap pemerintah Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dilanda aksi protes anti-pemerintah yang dipicu krisis ekonomi dan merosotnya nilai mata uang nasional.

Sebagai respons, pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet secara luas untuk meredam protes dan mengendalikan arus informasi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengakui adanya kemarahan publik dan berjanji melakukan perbaikan kondisi ekonomi.

Pengamat menilai pengumuman pengungkapan jaringan mata-mata dan pelaksanaan eksekusi kerap digunakan pemerintah Iran untuk menunjukkan ketegasan dan kontrol keamanan, baik kepada publik domestik maupun pihak luar, terutama di tengah situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.