Akurat

Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Produk Korea Selatan hingga 25 Persen

Kumoro Damarjati | 27 Januari 2026, 09:43 WIB
Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Produk Korea Selatan hingga 25 Persen

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (26/1) menyatakan akan menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk asal Korea Selatan, termasuk mobil, kayu, dan farmasi. Langkah ini diambil karena Seoul dinilai tidak memenuhi komitmen dalam perjanjian dagang sebelumnya dengan Washington.

Trump mengatakan tarif akan dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

“Korea Selatan tidak menjalankan kesepakatannya dengan Amerika Serikat,” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa kenaikan tarif dilakukan karena parlemen Korea Selatan belum mengesahkan perjanjian dagang yang telah disepakati kedua negara, meskipun hal tersebut merupakan kewenangan legislatif Korea Selatan.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait rencana kenaikan tarif tersebut. Pemerintah Seoul juga mengonfirmasi bahwa Menteri Perdagangan Kim Jung-kwan, yang saat ini berada di Kanada, akan segera menuju Washington untuk membahas masalah ini dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick.

Ancaman terbaru Trump ini muncul hanya beberapa bulan setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan mencapai kesepakatan dagang dan keamanan, yang mengakhiri periode negosiasi panjang dan penuh ketegangan.

Kesepakatan tersebut difinalisasi usai pertemuan Trump dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Oktober lalu. Dalam perjanjian itu, Korea Selatan berkomitmen meningkatkan investasi di AS, sementara Washington setuju memangkas tarif impor atas sejumlah produk Korea Selatan.

Melalui kesepakatan tersebut, Amerika Serikat mempertahankan tarif maksimal 15 persen untuk produk Korea Selatan, termasuk kendaraan, suku cadang mobil, dan obat-obatan. Tarif impor mobil Korea Selatan yang sebelumnya mencapai 25 persen juga diturunkan menjadi 15 persen.

Namun, jika rencana Trump direalisasikan, kebijakan tersebut akan membatalkan penurunan tarif yang telah disepakati sebelumnya.

Industri otomotif menyumbang sekitar 27 persen dari total ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat. Hampir separuh ekspor mobil Korea Selatan dikirim ke pasar AS.

Kenaikan tarif juga berpotensi melemahkan daya saing Korea Selatan dibandingkan Jepang dan Uni Eropa, yang telah lebih dulu meneken kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk tarif impor sebesar 15 persen.

Hingga kini, pemerintahan Trump belum mengeluarkan pemberitahuan resmi untuk memberlakukan kenaikan tarif tersebut.

Ancaman terhadap Korea Selatan menjadi bagian dari langkah agresif terbaru Trump terhadap mitra dagang utama AS. Selama akhir pekan, Trump juga memperingatkan Kanada bahwa ia akan mengenakan tarif 100 persen terhadap seluruh barang impor dari negara itu jika Ottawa mencapai kesepakatan dagang dengan China.

Sebelumnya, pada Januari, Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara Eropa hingga rencananya membeli Greenland terealisasi. Ancaman tersebut kemudian ditarik kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.