AKURAT.CO Israel menyatakan bahwa militernya tengah melakukan “operasi skala besar” untuk mencari sandera terakhir di Jalur Gaza. Upaya itu dilakukan meski Amerika Serikat dan para mediator lain menekan Israel dan Hamas agar segera melangkah ke tahap berikutnya dari gencatan senjata.
Pernyataan itu disampaikan saat kabinet Israel menggelar rapat untuk membahas kemungkinan pembukaan kembali penyeberangan Rafah—gerbang utama Gaza menuju Mesir—serta sehari setelah utusan senior AS bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu guna membahas langkah lanjutan.
Pemulangan sandera terakhir, Ran Gvili, selama ini dipandang sebagai hambatan terakhir menuju pembukaan penyeberangan Rafah. Pembukaan Rafah akan menjadi penanda dimulainya fase kedua gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Pada Minggu malam, kantor Netanyahu menyatakan bahwa setelah operasi pencarian ini “diselesaikan dan sesuai dengan kesepakatan dengan Amerika Serikat, Israel akan membuka penyeberangan Rafah.”
Pemulangan seluruh sandera yang tersisa—baik hidup maupun meninggal—merupakan bagian utama dari fase pertama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Sebelum Minggu ini, sandera sebelumnya berhasil ditemukan pada awal Desember.
Meski Israel telah beberapa kali melakukan upaya pencarian terhadap Gvili, kali ini militer Israel merilis informasi lebih rinci dari biasanya. Militer menyebut pencarian dilakukan di sebuah pemakaman di Gaza utara, dekat Yellow Line, yang menandai wilayah-wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel.
Secara terpisah, seorang pejabat militer Israel mengatakan Gvili kemungkinan dimakamkan di kawasan Shujaiyya–Daraj Tuffah. Dalam operasi tersebut, tim khusus turut melibatkan rabi serta ahli forensik gigi. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena operasi masih berlangsung.
Keluarga Gvili mendesak pemerintah Netanyahu agar tidak memasuki fase kedua gencatan senjata sebelum jenazah Gvili dipulangkan.
Namun tekanan terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa fase kedua gencatan senjata pada dasarnya sudah berjalan.