104 Tahanan Politik Dibebaskan di Venezuela, PBB Diminta Verifikasi

Ilustrasi peta yang mencakup Venezuela.
AKURAT.CO Setidaknya puluhan tahanan yang dikategorikan sebagai tahanan politik dibebaskan di berbagai penjara di Venezuela pada Minggu (25/1), dalam bagian dari proses pembebasan yang masih berlangsung, menurut organisasi hak asasi manusia setempat.
Direktur kelompok hak asasi Foro Penal, Alfredo Romero, mengatakan melalui unggahan di platform X bahwa sekitar 80 orang yang dianggap sebagai tahanan politik telah dilepaskan pada hari tersebut dan kemungkinan akan ada pembebasan lanjutan dalam beberapa hari mendatang.
Pengumuman ini muncul setelah pernyataan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, yang pada Jumat (23/1) mengklaim bahwa 626 narapidana telah dibebaskan dari berbagai fasilitas penjara di seluruh negeri. Namun, Rodríguez tidak merinci rentang waktu atau daftar nama mereka.
Sementara itu, menurut data yang dikonfirmasi oleh Foro Penal, hanya 156 kasus pembebasan tahanan politik yang terverifikasi sejak 8 Januari. Angka ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara klaim pemerintah dan penghitungan lembaga hak asasi tersebut.
Dalam konteks ini, beberapa pembebasan individu juga menjadi perhatian publik. Misalnya, Rafael Tudares Bracho, yang merupakan menantu seorang tokoh oposisi, dibebaskan setelah menjalani sekitar 380 hari penahanan. Tudares ditangkap pada Januari 2025 dan sempat dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas tuduhan serius, termasuk konspirasi dan terorisme, yang menurut para pendukungnya bermotif politik.
Rodríguez juga menyatakan akan melakukan panggilan dengan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, pada Senin untuk meminta verifikasi daftar mereka yang telah dibebaskan selama proses ini.
Proses pembebasan ini terjadi di tengah tekanan internasional dan tuntutan dari keluarga tahanan yang menunggu informasi lebih transparan tentang nasib orang-orang yang ditahan karena alasan politik, termasuk kritik terhadap pemerintah atau partisipasi dalam demonstrasi setelah pemilihan umum yang diperdebatkan secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








