Akurat

Aksi Alex Honnold Panjat Gedung Tertinggi di Taiwan Ditunda Akibat Cuaca

Kumoro Damarjati | 24 Januari 2026, 14:56 WIB
Aksi Alex Honnold Panjat Gedung Tertinggi di Taiwan Ditunda Akibat Cuaca

AKURAT.CO Upaya pemanjatan salah satu gedung tertinggi di dunia tanpa alat pengaman oleh pemanjat profesional Alex Honnold ditunda akibat kondisi cuaca. Aksi tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dini hari dan disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Honnold dijadwalkan memanjat gedung pencakar langit Taipei 101 di Taiwan, dengan siaran langsung yang ditonton jutaan pemirsa melalui layanan streaming Netflix. Namun, sekitar 30 menit sebelum aksi dimulai, Netflix mengumumkan penundaan selama 24 jam.

“Karena kondisi cuaca, kami tidak dapat melanjutkan acara SkyscraperLIVE hari ini,” kata juru bicara Netflix dalam pernyataannya. Ia menambahkan, aksi tersebut akan dijadwalkan ulang pada Minggu pukul 01.00 waktu Inggris. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami.”

Alex Honnold dikenal sebagai salah satu pemanjat paling berpengaruh di dunia, terutama lewat aksi free solo climbing, yakni memanjat tanpa tali maupun alat pengaman. Namanya semakin dikenal luas setelah dokumenter Free Solo yang mengisahkan aksinya meraih Piala Oscar.

Dalam tantangan terbarunya, Honnold akan mencoba memanjat Taipei 101, gedung setinggi 508 meter dengan 101 lantai. Netflix menyebut aksi ini sebagai tantangan paling berbahaya dalam karier Honnold.

Taipei 101 sempat menjadi gedung tertinggi di dunia hingga 2009, sebelum posisinya digeser oleh Burj Khalifa di Dubai. Saat ini, bangunan tersebut menempati peringkat ke-11 gedung tertinggi di dunia.

Honnold berupaya menjadi orang pertama yang memanjat gedung tersebut tanpa bantuan alat, termasuk tanpa tali pengaman. Seluruh aksi direncanakan disiarkan secara langsung melalui Netflix pada pukul 20.00 waktu setempat.

Penundaan dilakukan sebagai langkah antisipasi risiko keselamatan akibat faktor cuaca yang dinilai tidak mendukung pelaksanaan pemanjatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.