Akurat

Hujan Terderas dalam Puluhan Tahun, Banjir Tewaskan 5 Orang di Tunisia

Fitra Iskandar | 22 Januari 2026, 17:41 WIB
Hujan Terderas dalam Puluhan Tahun, Banjir Tewaskan 5 Orang di Tunisia

AKURAT.CO Banjir akibat hujan deras ekstrem yang mengguyur Tunisia selama tiga hari terakhir menewaskan sedikitnya lima orang. Curah hujan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir itu juga menyebabkan kerusakan properti di sejumlah provinsi, memaksa sekolah dan tempat usaha tutup, serta mengganggu transportasi.

Juru bicara pertahanan sipil Tunisia, Khalil Mechri, mengatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi lima orang. “Dua orang terseret arus banjir, sementara seorang perempuan meninggal dunia akibat tenggelam di dalam rumahnya,” ujar Mechri kepada AFP.

Sejak banjir terjadi, layanan darurat telah memompa air dari 466 rumah yang terendam dan mengevakuasi 350 orang yang terjebak banjir.

Media lokal Tunisia melaporkan empat nelayan masih dinyatakan hilang pada Rabu. Seorang nelayan lainnya berhasil diselamatkan di Teboulba, selatan Monastir, sementara pencarian terhadap awak kapal lainnya masih berlangsung.

Meski intensitas hujan mulai menurun, Mechri menegaskan status kewaspadaan tetap tinggi. Presiden Tunisia Kais Saied juga telah meninjau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Moknine dan Teboulba, pada Selasa.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan rumah dan jalanan terendam banjir, dengan sejumlah kendaraan terjebak genangan air, terutama di ibu kota Tunis.

Pemerintah setempat memutuskan meliburkan kegiatan belajar-mengajar pada Rabu di sekolah dan universitas negeri maupun swasta di 15 dari 24 provinsi. Gangguan juga terjadi pada layanan transportasi di beberapa wilayah.

Kepala bidang prakiraan cuaca Institut Meteorologi Nasional Tunisia (INM), Abderazak Rahal, menyebut beberapa wilayah Tunisia tidak mengalami hujan setinggi ini sejak 1950.
“Kami mencatat curah hujan yang sangat luar biasa untuk bulan Januari,” ujarnya. Wilayah Monastir, Nabeul, dan kawasan metropolitan Tunis disebut sebagai daerah yang paling parah terdampak.

Meski hujan kali ini memecahkan rekor, banjir sebenarnya kerap terjadi di Tunisia setiap kali hujan deras. Kondisi tersebut diperparah oleh infrastruktur drainase yang tua dan kurang terawat, khususnya di kawasan perkotaan yang berkembang pesat. Sampah yang menyumbat saluran air turut memperburuk situasi.

Urbanisasi cepat juga menyebabkan berkurangnya area resapan air, sehingga limpasan air hujan meningkat.

Ironisnya, banjir besar ini terjadi saat Tunisia masih bergulat dengan kekeringan selama tujuh tahun terakhir, yang diperburuk oleh perubahan iklim dan penurunan drastis cadangan air di bendungan-bendungan nasional.

Sementara itu, Aljazair yang berbatasan dengan Tunisia juga dilanda hujan deras dan banjir. Otoritas pertahanan sipil Aljazair melaporkan telah menemukan jasad seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang tewas akibat banjir di Provinsi Relizane, wilayah barat laut negara tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.