Parlemen Iran: Lebih dari 3.700 Polisi Terluka dalam Gelombang Protes Nasional

AKURAT.CO Seorang anggota parlemen senior Iran menyatakan lebih dari 3.700 aparat kepolisian mengalami luka-luka dalam gelombang unjuk rasa yang melanda negara itu sejak bulan lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, dalam sebuah konferensi pers pada Senin. Ia memaparkan perkembangan terbaru terkait aksi protes anti-pemerintah, sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr.
Namun, Azizi tidak mengungkapkan rincian mengenai jumlah korban tewas akibat rangkaian protes tersebut.
Aksi unjuk rasa anti-pemerintah mengguncang Teheran dan sejumlah kota lain di Iran sejak bulan lalu. Protes dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi serta anjloknya nilai tukar mata uang nasional, rial, ke level terendah dalam sejarah.
Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban. Sementara itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA), kelompok pemantau hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat, memperkirakan jumlah korban tewas telah melampaui 3.700 orang, termasuk dari kalangan aparat keamanan dan demonstran. HRANA juga mencatat lebih dari 24.300 orang ditangkap selama gelombang protes berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









