Akurat

Kerusuhan Penjara di Guatemala, Narapidana Sandera 46 Petugas

Kumoro Damarjati | 18 Januari 2026, 16:18 WIB
Kerusuhan Penjara di Guatemala, Narapidana Sandera 46 Petugas

AKURAT.CO Kerusuhan pecah di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Guatemala setelah para narapidana menyandera sedikitnya 46 petugas penjara. Otoritas setempat menyebut aksi tersebut terjadi serentak di tiga pusat penahanan dan diduga kuat dikoordinasikan oleh kelompok geng kriminal.

Menurut keterangan pejabat pemerintah, kerusuhan mulai berlangsung sejak Sabtu dan dipicu oleh tuntutan pemimpin geng yang meminta dipindahkan ke penjara lain dengan kondisi yang dianggap lebih baik. Pemerintah menilai aksi tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap kebijakan pengetatan yang tengah diterapkan.

Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, menegaskan tidak ada korban jiwa maupun sandera yang terluka dalam insiden tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di tengah upaya aparat mengendalikan situasi.

Villeda mengungkapkan, kerusuhan dilakukan oleh anggota geng Barrio 18. Kementerian Dalam Negeri menyebut aksi itu sebagai “reaksi langsung” atas langkah pemerintah mencabut berbagai fasilitas dan hak istimewa yang sebelumnya dinikmati para pimpinan geng di dalam penjara.

“Saya tidak akan bernegosiasi dengan kelompok teroris mana pun. Saya tidak akan tunduk pada pemerasan ini dan tidak akan mengembalikan hak istimewa mereka hanya agar mereka menghentikan aksi kekerasan,” ujar Villeda.

Para sandera diketahui mayoritas merupakan sipir penjara. Selain itu, seorang psikolog dan pejabat lembaga pemasyarakatan juga termasuk di antara mereka yang ditahan oleh para narapidana.

Di Penjara Keamanan Maksimum Renovacion 1, Escuintla, Guatemala selatan, aparat kepolisian dan militer dikerahkan untuk membentuk perimeter pengamanan. Sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Dari dalam penjara, sejumlah narapidana terlihat mengawasi situasi dari menara pengawas. Sebagian mengenakan seragam tahanan, namun banyak pula yang hanya memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek. Wajah mereka ditutupi dengan penutup darurat yang dibuat dari potongan kain.

Salah satu narapidana yang mengenakan penutup wajah, berbicara dari balik kawat berduri, mengatakan mereka merasa tidak aman berada di penjara tersebut dan menuntut dipindahkan. Ia mempertanyakan kemampuan otoritas penjara dalam menjamin keselamatan para penghuni.

Guatemala selama beberapa tahun terakhir menghadapi kesulitan serius dalam mengendalikan lembaga pemasyarakatan, seiring kuatnya pengaruh geng kriminal di balik jeruji besi. Para narapidana juga kerap mengeluhkan kondisi penjara yang keras dan berbahaya.

Pada Oktober lalu, Presiden Guatemala Bernardo Arévalo menerima pengunduran diri tiga pejabat tinggi keamanan setelah 20 anggota geng berhasil melarikan diri dari penjara dalam rentang waktu beberapa hari.

Dalam wawancara dengan The Associated Press awal pekan ini, Arévalo menegaskan pentingnya memutus keterkaitan antara sistem pemasyarakatan dan kejahatan di luar penjara. Menurutnya, upaya merebut kembali kendali atas penjara menjadi langkah krusial dalam memperbaiki situasi keamanan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.