Akurat

Spanyol Buka Opsi Kirim Tentara ke Ukraina, Ini Syaratnya

Kumoro Damarjati | 17 Januari 2026, 17:10 WIB
Spanyol Buka Opsi Kirim Tentara ke Ukraina, Ini Syaratnya

AKURAT.CO Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan negaranya siap mengirim pasukan untuk terlibat dalam misi penjaga perdamaian di Ukraina setelah perang berakhir. Pasukan tersebut akan dikerahkan bersama negara-negara Eropa lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Sánchez dalam pertemuan “coalition of the willing” di Paris. Dalam forum tersebut, Inggris dan Prancis telah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap rencana pengiriman pasukan perdamaian, sebagaimana dilaporkan DW.

Meski demikian, realisasi pengiriman pasukan masih bergantung pada persetujuan Parlemen Spanyol. Sejumlah fraksi politik mengajukan syarat berbeda terkait pengerahan militer ke luar negeri.

Partai-partai sayap kiri, seperti Sumar, Podemos, BNG, dan Bildu, menegaskan bahwa keterlibatan Spanyol hanya dapat dilakukan jika misi tersebut berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, partai oposisi Partai Rakyat (People’s Party) menyatakan siap mendukung pengiriman pasukan, dengan catatan pemerintah harus mengoordinasikan seluruh langkah lanjutan terkait kebijakan keamanan dan luar negeri.

Pemerintah Spanyol juga memiliki opsi untuk mengerahkan pasukan tanpa persetujuan parlemen, dengan merujuk pada undang-undang tahun 2005 yang memungkinkan pengiriman militer tanpa persetujuan legislatif jika menyangkut kepentingan nasional.

Sebelumnya, pada 6 Januari, Ukraina, Prancis, dan Inggris menandatangani deklarasi niat terkait rencana penempatan pasukan multinasional di wilayah Ukraina pada masa pascaperang.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.