Akurat

Netanyahu Minta Putin Yakinkan Iran: Israel Tidak Akan Menyerang Duluan

Kumoro Damarjati | 6 Januari 2026, 17:00 WIB
Netanyahu Minta Putin Yakinkan Iran: Israel Tidak Akan Menyerang Duluan

AKURAT.CO Penyiar publik Israel melaporkan pada Senin bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran, guna meyakinkan Teheran bahwa Israel tidak berniat melancarkan serangan. Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran Israel terhadap kemungkinan serangan pendahuluan dari Iran.

Mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, penyiar resmi tersebut menyebut Netanyahu secara khusus meminta Putin menjadi perantara penyampaian pesan bahwa Israel tidak memiliki rencana menyerang Iran. Upaya tersebut dilakukan untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi militer.

Menurut laporan itu, pesan-pesan tersebut telah disampaikan kepada Iran dalam beberapa waktu terakhir, termasuk melalui komunikasi langsung antara Netanyahu dan Putin. Israel disebut khawatir Iran dapat melancarkan serangan lebih dulu dengan alasan mencegah potensi aksi militer dari Tel Aviv.

Penyiar publik Israel juga mengingatkan bahwa Presiden Rusia sebelumnya pernah menyampaikan pernyataan serupa. Pada Oktober tahun lalu, Putin mengatakan bahwa dirinya diminta Israel untuk meneruskan pesan kepada Iran bahwa Tel Aviv tidak menginginkan eskalasi konflik.

Kantor berita Rusia, Tass, kala itu mengutip pernyataan Putin saat kunjungannya ke Tajikistan. Putin menyebut Rusia terus menjaga komunikasi yang bersifat saling percaya dengan Israel dan menerima permintaan dari pimpinan Israel agar menyampaikan kepada Iran bahwa Israel berkomitmen pada penyelesaian dan tidak tertarik pada konfrontasi.

Namun, di saat yang sama, Netanyahu juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Dalam pidatonya di parlemen Israel atau Knesset pada Senin, Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah mengirim pesan kepada Iran bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan konsekuensi yang berat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.