Akurat

Setelah Penyerbuan AS, Lingkaran Dalam Rezim Maduro Masih Kuasai Caracas

Kumoro Damarjati | 6 Januari 2026, 10:40 WIB
Setelah Penyerbuan AS, Lingkaran Dalam Rezim Maduro Masih Kuasai Caracas

AKURAT.CO Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, resmi menjalani sidang dakwaan di New York, Amerika Serikat, pada Senin (5/1). Keduanya didakwa atas kasus perdagangan narkoba dan sejumlah kejahatan federal lain, setelah ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang berlangsung dramatis akhir pekan lalu.

Meski Maduro telah ditahan, hampir seluruh lingkaran dalam kekuasaannya masih bertahan di Caracas dan tetap menduduki jabatan strategis. Sejumlah tokoh yang dituduh Amerika Serikat terlibat langsung dalam jaringan kartel narkoba yang dituduh menyelundupkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat.

Amerika Serikat bersama sebagian besar warga Venezuela dan sejumlah negara lain meyakini pemilu Venezuela tahun lalu dimenangkan secara telak oleh kubu oposisi yang dipimpin Maria Corina Machado, penerima Nobel Perdamaian 2025. Namun Maduro tetap mendeklarasikan kemenangan di tengah tuduhan luas kecurangan dan intimidasi.

Machado hingga kini masih hidup di pengasingan dan keberadaannya tidak diketahui secara pasti. Presiden AS Donald Trump juga dinilai belum memberi dukungan nyata kepada Machado, dengan menyebut ia tidak memiliki dukungan publik yang cukup untuk memimpin pemerintahan baru Venezuela.

Dalam pernyataannya, Machado mengaku optimistis bahwa rakyat Venezuela akan segera menikmati kebebasan dan bisa merayakannya di tanah air. Namun untuk saat ini, kekuasaan bersenjata di Venezuela masih berada di tangan loyalis Maduro.

Tokoh Kunci Rezim Maduro yang Masih Bertahan

Delcy Rodríguez

Delcy Rodríguez, mantan Wakil Presiden Venezuela, dilantik sebagai presiden sementara pada Senin. Politikus berusia 56 tahun ini dikenal sebagai orang kepercayaan Maduro dan disebut Washington sebagai bagian dari elite yang menopang rezim otoriter Venezuela.

Trump memperingatkan bahwa Rodríguez akan menghadapi konsekuensi besar jika tidak “berbuat benar”, bahkan ancamannya disebut bisa lebih berat dibanding Maduro.

Diosdado Cabello

Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Venezuela ini menguasai kepolisian dan lembaga pemasyarakatan. Cabello merupakan figur lama rezim Maduro dan pernah menjabat sebagai wakil presiden serta ketua parlemen.

Amerika Serikat menuduh Cabello terlibat dalam penyelundupan lebih dari lima ton kokain ke AS. Ia juga didakwa sebagai petinggi Kartel de los Soles, jaringan narkoba yang dituding dipimpin Maduro.

Vladimir Padrino López

Menteri Pertahanan Venezuela ini dituduh AS memfasilitasi penerbangan komersial pembawa narkoba dan menerima bayaran perlindungan. Ia didakwa di pengadilan federal Washington DC sejak 2020.

Jorge Rodríguez

Saudara Delcy Rodríguez ini menjabat Ketua Majelis Nasional Venezuela sejak 2021. Ia menyatakan akan menggunakan seluruh jalur politik dan hukum untuk mengembalikan Nicolás Maduro ke kekuasaan. AS telah menjatuhkan sanksi terhadapnya atas dugaan perusakan demokrasi.

Nicolás “Nicolasito” Maduro Guerra

Putra Maduro yang berusia 35 tahun ini kini menjabat wakil ketua parlemen. Dijuluki “Pangeran”, Nicolasito didakwa terlibat dalam jaringan narkoba bersama ayahnya dan pejabat senior Venezuela, mengirim kokain ke AS melalui Karibia dan Amerika Tengah.

Penangkapan Maduro dinilai belum serta-merta mengakhiri dominasi rezimnya. Dengan para loyalis masih menguasai institusi penting negara, masa depan politik Venezuela diprediksi tetap penuh ketidakpastian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.