Akurat

Donald Trump Ancam Tarif Baru ke Meksiko karena Masalah Air untuk Petani Texas

Fitra Iskandar | 9 Desember 2025, 14:19 WIB
Donald Trump Ancam Tarif Baru ke Meksiko karena Masalah Air untuk Petani Texas


AKURAT.CO Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif baru terhadap Meksiko setelah menuduh negara tersebut memperlakukan petani Amerika secara tidak adil. Dalam pernyataannya pada Senin, Trump menegaskan bahwa Meksiko melanggar perjanjian air dengan Amerika Serikat dan merugikan petani Texas yang membutuhkan suplai air untuk tanaman dan ternak mereka.

Dalam unggahan di Truth Social, Donald Trump menuduh Meksiko gagal memenuhi kewajiban air yang telah ditetapkan berdasarkan perjanjian antarnegara. Ia menambahkan bahwa jika pasokan air tidak segera dilepaskan, maka pemerintahan Trump siap memberlakukan tarif tambahan sebesar 5% atas produk impor dari Meksiko.

Pernyataan keras Donald Trump ini mengacu pada perjanjian pemanfaatan air Sungai Colorado, Sungai Tijuana, dan Rio Grande tahun 1944. Perjanjian tersebut mewajibkan Meksiko mengirim rata-rata 350.000 acre-feet air setiap tahun kepada Amerika Serikat. Namun, menurut Washington, kewajiban tersebut tidak dipenuhi secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Selama beberapa dekade, Amerika Serikat telah berulang kali menuduh Meksiko mengabaikan kewajiban dalam perjanjian tersebut. Komisi Perbatasan Internasional dan Air (International Boundary and Water Commission) memperkirakan bahwa dalam lima tahun terakhir, Meksiko menunggak 73.000 acre-feet air dari total kewajibannya.

Texas saat ini berada dalam kondisi kekeringan yang parah, sehingga banyak petani tidak mampu mengairi lahan mereka secara optimal. Isu ini telah memicu reaksi dari anggota legislatif lokal yang bahkan mengajukan rancangan undang-undang untuk memberi sanksi terhadap Meksiko, meski belum membuahkan hasil.

Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Jodey Arrington, menyebut bahwa kekurangan pasokan air dari Meksiko menyebabkan kerugian hingga 1 miliar dolar AS pada sektor pertanian di Texas akibat menurunnya hasil tanaman irigasi.

Ini bukan kali pertama Trump mengangkat masalah tersebut. Pada April lalu, ia juga mengancam akan menerapkan tarif dan sanksi tambahan jika Meksiko tetap menahan pasokan air yang menjadi hak Amerika berdasarkan perjanjian.

Meksiko merupakan mitra dagang terbesar Amerika Serikat, dan jika ancaman tarif Trump diterapkan, maka pajak impor produk Meksiko bisa meningkat hingga 30%. Namun, tidak semua barang akan terdampak karena sebagian besar produk masih memperoleh pengecualian melalui perjanjian dagang AS-Meksiko-Kanada (USMCA).

Meski demikian, masa depan perjanjian USMCA tersebut masih belum pasti karena perjanjian itu akan dievaluasi pada Juli mendatang. Pemerintahan Trump juga telah memberi sinyal kemungkinan untuk menghentikan atau tidak memperpanjang kesepakatan dagang tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.