Akurat

Dokumenter “Breaking Ranks” Ungkap Dugaan Kejahatan Perang Tentara Israel di Gaza

Kumoro Damarjati | 2 Desember 2025, 10:35 WIB
Dokumenter “Breaking Ranks” Ungkap Dugaan Kejahatan Perang Tentara Israel di Gaza

 

AKURAT.CO Dua remaja di Gaza sedang mendorong gerobak tangan di jalanan ketika suara tembakan terdengar. Salah satu dari mereka jatuh, terkena peluru di kepala. Tak ada peringatan, tak ada ancaman yang terlihat. Kesaksian ini muncul dalam dokumenter baru bertajuk “Breaking Ranks: Inside Israel’s War,” yang mengungkap dugaan pelanggaran serius oleh tentara Israel selama agresi militer di Gaza.

Film berdurasi satu jam karya jurnalis Benjamin Zand ini menampilkan wawancara dengan tentara aktif dan mantan prajurit Israel yang memilih menjadi pelapor (whistleblower). Mereka menggambarkan pola tindakan yang dinilai sewenang-wenang, brutal, dan tanpa pertanggungjawaban.

Kesaksian Tentara: “Semua Bisa Dianggap Target”

Dalam salah satu cuplikan, seorang tentara yang wajah dan identitasnya disembunyikan menggambarkan bagaimana warga sipil diperlakukan sebagai ancaman tanpa alasan jelas.

“Jika mereka berjalan terlalu cepat, mereka dicurigai. Terlalu lambat, juga dicurigai. Bahkan tiga orang berjalan bersama bisa dianggap formasi militer,” katanya.

Kesaksian lainnya menyebut praktik pembunuhan warga tanpa senjata, pembakaran rumah, perusakan properti, hingga penggunaan drone untuk menyerang warga yang berjalan di jalan raya.

Beberapa tentara mengaku menyesal. Namun ada juga yang tetap membenarkan tindakan tersebut. Seorang perwira angkatan udara yang disamarkan sebagai Lt. Col. B mengatakan:

“Jika terserah saya, saya akan mendorong mereka semua ke laut setelah 7 Oktober.”

Pertanyaan Moral dan Tuduhan Genosida

Sejak awal perang Gaza, Israel telah menghadapi sorotan internasional dan tuduhan genosida dari badan penyelidik independen PBB — tuduhan yang terus mereka bantah.

Zand mengatakan film ini dibuat untuk memberikan transparansi dan membuka pertanyaan moral atas operasi militer Israel.

“Kami ingin memahami bagaimana keputusan itu dibuat— keputusan yang berdampak fatal bagi warga sipil,” ujarnya.

Film ini menunjukkan gambaran berbeda dari narasi resmi Israel Defense Forces (IDF), yang selama ini menyebut diri sebagai militer profesional modern dengan standar etika tinggi.

Kritik, Penolakan, dan Ketegangan Opini Publik

Film ini menuai pro-kontra. Pendukung Israel seperti Adam Levick dari CAMERA-UK mengatakan dokumenter tersebut tak memiliki bukti kuat dan hanya menampilkan kesaksian individu terpilih.

Namun Zand membantah anggapan ini.

“Yang kami lakukan adalah memberi ruang bagi tentara yang terlibat untuk menceritakan apa yang mereka alami,” katanya.

Sementara itu, analis Israel Ori Goldberg menilai masyarakat Israel belum siap menghadapi kemungkinan pertanggungjawaban moral.

“Banyak yang sadar ada kesalahan, tetapi mereka akan selalu kembali pada peristiwa 7 Oktober sebagai pembenaran,” ujarnya.

Praktik Kontroversial: “Human Shield” dan Penghancuran Acak

Salah satu praktik paling mengejutkan dalam film adalah penggunaan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia atau pemandu untuk mendeteksi terowongan yang dicurigai jebakan — metode yang disebut “protokol nyamuk.”

Seorang tentara mengatakan:

“Awalnya hanya satu unit. Lalu menyebar. Hampir semua unit punya warga sipil yang dipaksa ikut masuk terowongan.”

IDF berulang kali menyatakan bahwa operasinya mengikuti hukum internasional dan hanya menargetkan Hamas, bukan warga sipil. Namun hingga kini, belum ada sanggahan resmi yang secara spesifik menjawab temuan dalam film tersebut.

Masa Depan Kesaksian dan Tekanan Internasional

Goldberg memperkirakan penolakan publik terhadap temuan ini tidak akan bertahan lama.

“Saat bukti semakin menumpuk dan dukungan internasional melemah, Israel tak bisa terus mengabaikan pertanyaan pertanggungjawaban,” katanya.

Film “Breaking Ranks” kini menjadi salah satu dokumenter paling kontroversial terkait konflik Gaza, karena menyentuh inti persoalan: bukan hanya apa yang terjadi di medan perang, tetapi bagaimana sebuah bangsa memaknai moralitas militernya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.