Perusahaan Pertahanan AS Berebut Proyek Interceptor Ruang Angkasa

AKURAT.CO Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) telah memberikan sekitar enam kontrak awal dalam program Golden Dome untuk pengembangan prototipe sistem pertahanan rudal. Langkah ini menjadi awal kompetisi menuju kontrak bernilai puluhan miliar dolar AS di masa mendatang, menurut dua sumber yang mengetahui program tersebut.
Beberapa perusahaan yang menerima kontrak termasuk Northrop Grumman, True Anomaly, Lockheed Martin, dan Anduril.
Kontrak tersebut menjadi bagian dari strategi Pentagon untuk meningkatkan kemampuan pelacakan dan penghancuran rudal musuh. Proyek ini mencakup pengembangan interceptor berbasis ruang angkasa dan sistem pendukungnya. Meski nilai kontrak awal belum dipastikan, dokumen presentasi Pentagon pada Juli yang dilihat Reuters menyebutkan bahwa nilai satu kontrak interceptor diperkirakan sekitar US$120.000.
Meski belum diumumkan secara publik, juru bicara Space Force membenarkan adanya kontrak tersebut tanpa menyebut nama perusahaan penerima. Menurut aturan, kontrak di bawah US$9 juta tidak wajib diumumkan secara terbuka.
Para penerima kontrak tahap awal ini nantinya akan bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi final bernilai puluhan miliar dolar AS.
Pendanaan tahap awal akan digunakan untuk mengembangkan prototipe interceptor yang mampu menghancurkan rudal saat memasuki ruang angkasa, serta sistem pengendali yang mengintegrasikan koordinasi satelit untuk menentukan target.
Menurut sumber, Northrop Grumman dan Anduril masing-masing menerima kontrak senilai US$10 juta, berdasarkan nilai dalam dokumen Pentagon.
Pemerintah meminta perusahaan mengembangkan empat jenis interceptor untuk menghadapi ancaman dengan ketinggian dan kecepatan berbeda. Namun, sumber ketiga menyebutkan jumlah kategori dapat dikurangi menjadi tiga.
Juru bicara Northrop menolak berkomentar, sementara Anduril, Lockheed, dan True Anomaly belum memberikan tanggapan.
Struktur kompetisi ini menggunakan sistem prize pool untuk mempercepat pengembangan teknologi. Presentasi Pentagon menunjukkan bahwa dana sebesar US$340 juta akan dibagi untuk perusahaan yang berhasil melakukan uji coba di orbit, dengan hadiah terbesar US$125 juta dan hadiah kelima US$40 juta.
Hadiah utama dari proyek ini adalah kontrak produksi bernilai antara US$1,8 miliar hingga US$3,4 miliar per tahun. Namun, eksekutif industri memperkirakan biaya pembangunan dan uji coba satu prototipe interceptor berbasis ruang angkasa bisa mencapai US$200 juta hingga US$2 miliar.
Program interceptor berbasis ruang angkasa ini disebut sebagai pendekatan baru dalam sistem pertahanan rudal, dengan menempatkan senjata di orbit untuk menghancurkan ancaman pada fase awal penerbangan — lebih cepat daripada sistem berbasis darat yang digunakan saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









