Akurat

Aksi Sabotase Hancurkan Rel Kereta Warsawa–Lublin, Polandia Tingkatkan Kewaspadaan

Kumoro Damarjati | 18 November 2025, 13:19 WIB
Aksi Sabotase Hancurkan Rel Kereta Warsawa–Lublin, Polandia Tingkatkan Kewaspadaan


AKURAT.CO Polandia meningkatkan kewaspadaan nasional setelah jalur kereta antara Warsawa dan Lublin hancur akibat aksi sabotase yang disebut pemerintah sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya.” Jalur ini dikenal sebagai rute penting untuk pengiriman bantuan ke Ukraina.

Ledakan Hancurkan Rel, Diduga Sabotase Terencana

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan bahwa sebuah alat peledak meledakkan rel kereta pada Minggu. Dalam pernyataannya di X, Tusk menegaskan bahwa serangan tersebut secara langsung mengancam keamanan negara dan keselamatan warga sipil. Kerusakan tambahan juga ditemukan di titik lain di rute yang sama.

Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwiński mengatakan ada dua insiden terpisah pada akhir pekan lalu: satu dipastikan merupakan sabotase, sementara satu lainnya sangat mungkin memiliki motif serupa. Hingga saat ini belum ada penangkapan terkait kasus tersebut.

Reaksi Uni Eropa: Ancaman Terhadap Infrastruktur Semakin Nyata

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa ancaman terhadap keamanan Eropa semakin meningkat. Ia menyerukan peningkatan kemampuan pertahanan udara dan pengamanan infrastruktur vital.

Perdana Menteri Estonia Kristen Michal juga mengecam keras insiden sabotase tersebut, menegaskan bahwa negara-negara Uni Eropa dan NATO harus bersatu menghadapi tindakan permusuhan ini.

Dukungan serupa datang dari Ukraina. Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menawarkan bantuan kepada Polandia dan menyebut insiden ini bisa saja menjadi bagian dari serangan hibrida Rusia untuk menguji respons negara-negara Eropa. Ia menegaskan, jika benar demikian, respons yang kuat harus diberikan.

Polandia Berjanji Tangkap Pelaku

Donald Tusk berjanji negaranya akan menangkap para pelaku, siapa pun mereka. Meskipun demikian, ia tidak menyebutkan siapa yang diduga bertanggung jawab. Tusk memastikan tidak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah negara melaporkan pelanggaran wilayah udara, dengan banyak dugaan mengarah ke Rusia — tuduhan yang dibantah Kremlin.

Rangkaian Aksi Sabotase di Eropa Diduga Libatkan Rusia

Uni Eropa baru-baru ini memperketat aturan visa bagi warga Rusia akibat risiko keamanan terkait perang di Ukraina. Kepala kebijakan luar negeri UE, Kaja Kallas, menegaskan bahwa benua Eropa kini menghadapi gangguan drone dan aksi sabotase yang meningkat.

Sebuah laporan International Institute for Strategic Studies (IISS) menyatakan Rusia diduga menjalankan kampanye sabotase dan aksi tersembunyi, termasuk perusakan kabel bawah laut, serangan terhadap menara telekomunikasi, hingga pembakaran terencana.

Polandia Sudah Lama Berhadapan dengan Aksi Sabotase

Wakil Menteri Dalam Negeri Polandia Maciej Duszczyk mengatakan negaranya telah menghadapi berbagai bentuk sabotase dalam beberapa waktu terakhir. Tahun lalu, sebuah pusat perbelanjaan besar di Warsawa dilalap api akibat tindakan pembakaran yang disebut diperintahkan intelijen Rusia — meski Moskow membantah keterlibatannya.

Duszczyk mengingatkan agar tidak langsung menyimpulkan Rusia sebagai pelaku, namun ia tidak menampik bahwa kemungkinan tersebut tetap ada.

Investigasi Meluas, Komite Keamanan Nasional Gelar Rapat

Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia kini bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, dan layanan perkeretaapian untuk menyelidiki insiden tersebut. Komite Keamanan Nasional Polandia akan menggelar rapat pada Selasa pagi yang melibatkan komandan militer dan perwakilan presiden, sebagaimana disampaikan Tusk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.