Mantan Perdana Menteri Korea Selatan Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan Pemberontakan

AKURAT.CO Tim penyelidik khusus yang dipimpin oleh Cho Eun-suk menangkap mantan Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, pada Rabu (12/11) pagi di kediamannya di Itaewon-dong, Seoul. Penangkapan ini terkait dugaan keterlibatannya dalam insiden hukum darurat dan pemberontakan pada 3 Desember tahun lalu.
Menurut keterangan tim penyidik, Hwang diduga menghasut pemberontakan setelah memposting pernyataan di akun Facebook-nya pada 3 Desember 2024. Dalam unggahan itu, ia menyatakan dukungan terhadap keputusan mantan Presiden Yoon Suk-yeol yang saat itu mengumumkan status darurat militer.
Dalam tulisannya, Hwang menulis, “Darurat militer telah diumumkan. Prioritas utama sekarang adalah mencegah kekacauan nasional.” Ia juga menyerukan agar “kelompok pro-Korea Utara dan pelaku kecurangan pemilu harus disingkirkan,” serta mendesak penangkapan Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik dan pemimpin Partai People Power, Han Dong-hoon.
Sebelumnya, tim penyelidik telah dua kali mencoba melakukan penggeledahan di rumah Hwang pada 27 dan 31 Oktober, namun gagal karena Hwang menolak bekerja sama dan sejumlah pendukungnya berkumpul untuk menghalangi aparat. Setelah itu, tim penyelidik mengajukan permohonan penangkapan yang kemudian dikabulkan oleh pengadilan.
Hwang kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait tuduhan penghasutan pemberontakan dan dugaan keterlibatan dalam penyalahgunaan dana valuta asing yang juga menjadi bagian dari penyelidikan kasus hukum darurat 3 Desember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









