Akurat

Eks Wakil Presiden AS Dick Cheney Dalang Invasi AS ke Irak dan Afghanistan Meninggal Dunia

Kumoro Damarjati | 4 November 2025, 22:45 WIB
Eks Wakil Presiden AS Dick Cheney Dalang Invasi AS ke Irak dan Afghanistan Meninggal Dunia


AKURAT.CO Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney, tokoh berpengaruh dalam kebijakan luar negeri AS pasca serangan 11 September 2001, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Keluarga Cheney mengonfirmasi kabar duka tersebut pada Selasa (4/11/2025) pagi waktu setempat.

Dalam pernyataan resmi keluarga, Cheney meninggal dunia karena komplikasi pneumonia serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Selama puluhan tahun, Dick Cheney mengabdi kepada bangsa ini, termasuk sebagai Kepala Staf Gedung Putih, anggota Kongres dari Wyoming, Menteri Pertahanan, dan Wakil Presiden Amerika Serikat,” demikian pernyataan keluarga.

Tokoh Sentral di Era George W. Bush

Cheney menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat dari tahun 2001 hingga 2009 di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush. Ia dikenal sebagai salah satu wakil presiden paling berpengaruh dalam sejarah politik Amerika, terutama dalam membentuk arah kebijakan luar negeri AS setelah tragedi 11 September 2001.

Cheney berperan besar dalam keputusan invasi ke Afghanistan dan Irak, yang menjadi bagian dari apa yang disebut pemerintahan Bush sebagai “Perang Melawan Terorisme.”

Di sisi lain, kebijakan tersebut menuai kontroversi global karena dianggap memperluas konflik di Timur Tengah.

Awal tahun ini, mantan Presiden Donald Trump kembali menyinggung peran Cheney dalam invasi Irak, dengan mengatakan bahwa Cheney dan beberapa pejabat lain “meyakinkan Bush untuk melancarkan perang yang menghancurkan Timur Tengah.”

Profil Singkat Dick Cheney

Richard Bruce “Dick” Cheney lahir pada 30 Januari 1941 di Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat. Ia tumbuh di Wyoming dan menempuh pendidikan di University of Wyoming, tempat ia meraih gelar sarjana dan magister ilmu politik.

Karier politiknya dimulai pada era Presiden Gerald Ford, ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih (1975–1977). Cheney kemudian terpilih menjadi anggota Kongres dari Wyoming selama enam periode (1979–1989) sebelum diangkat menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden George H. W. Bush (1989–1993).

Sebagai Menteri Pertahanan, Cheney memimpin Operasi Badai Gurun (Operation Desert Storm) pada 1991 untuk mengusir pasukan Irak dari Kuwait.

Cheney juga dikenal memiliki pengaruh kuat di balik layar, terutama selama masa jabatannya sebagai wakil presiden, di mana ia menjadi arsitek kebijakan keamanan nasional dan strategi militer AS di Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.