Trump Bantah AS Akan Perang dengan Venezuela, Sindir Masa Jabatan Maduro “Tinggal Menghitung Hari”

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis kemungkinan terjadinya perang antara AS dan Venezuela, namun memberi sinyal bahwa masa kekuasaan Presiden Nicolás Maduro mungkin tidak akan berlangsung lama. Dalam wawancara dengan program 60 Minutes di CBS, Trump mengatakan, "Saya ragu. Saya tidak berpikir begitu. Tapi mereka memperlakukan kami dengan sangat buruk."
Pernyataan ini muncul di tengah operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal penyelundup narkoba di wilayah Karibia. Pemerintahan Trump mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menghentikan aliran narkoba ke AS, tetapi Maduro menuduh Washington sedang "mempersiapkan perang baru". Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyebut serangan AS itu sebagai upaya “mendominasi Amerika Latin”.
Trump membantah bahwa operasi tersebut bertujuan menggulingkan Maduro, meski hubungan keduanya telah lama tegang. Ia menyebut Venezuela sebagai negara yang “mengirim geng kriminal”, menyoroti Tren de Aragua, kelompok yang ia sebut sebagai “geng paling kejam di dunia”.
Selain isu Venezuela, Trump juga menegaskan kembali keinginannya agar AS kembali melakukan uji coba senjata nuklir—hal yang belum pernah dilakukan sejak lebih dari 30 tahun. Ia mengklaim Rusia dan China “secara diam-diam” masih melakukan uji coba, meski kedua negara itu tidak pernah mengumumkannya secara resmi. Namun, Menteri Energi AS Chris Wright kemudian meluruskan bahwa yang dimaksud Trump adalah “uji coba non-kritis”, bukan ledakan nuklir penuh.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung soal penutupan pemerintahan (government shutdown) yang telah berlangsung lebih dari sebulan, menyalahkan Partai Demokrat yang ia sebut sebagai “kaum lunatik yang kehilangan arah”. Ia meyakini mereka pada akhirnya akan “menyerah dan menyetujui anggaran”.
Wawancara ini menjadi kemunculan pertama Trump di CBS setelah ia menggugat induk perusahaan penyiar tersebut atas tuduhan penyuntingan wawancara pemilu 2024 yang dianggap merugikan dirinya. Gugatan itu berakhir dengan penyelesaian senilai USD 16 juta, meski uang itu dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan presiden Trump, bukan ke kantong pribadinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







