Akurat

Polisi Malaysia Buru 7 Warga Terlibat Jaringan Penipuan Siber Lintas Negara

Kumoro Damarjati | 1 November 2025, 09:00 WIB
Polisi Malaysia Buru 7 Warga Terlibat Jaringan Penipuan Siber Lintas Negara


AKURAT.CO Kepolisian Malaysia meluncurkan operasi pencarian besar-besaran terhadap tujuh warganya yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan siber lintas negara. Ketujuh orang tersebut kini masuk dalam daftar pencarian nasional, menyusul upaya regional untuk membongkar sindikat kejahatan siber yang sebelumnya diidentifikasi oleh otoritas Singapura.

Dalam pernyataannya pada Kamis (31/10) malam, Direktur Departemen Investigasi Kriminal PDRM, M. Kumar, mengatakan bahwa surat edaran telah dikeluarkan ke seluruh aparat penegak hukum di Malaysia untuk melacak dan menangkap para buronan tersebut.

“Polisi telah memulai upaya pelacakan dan penangkapan terhadap seluruh tersangka asal Malaysia. Ketujuhnya kini masuk dalam daftar pencarian untuk ditangkap dan diselidiki lebih lanjut,” ujarnya.

Terhubung dengan Sindikat Penipuan Rp490 Miliar

Langkah ini dilakukan setelah Kepolisian Singapura mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tujuh warga Malaysia dan 27 warga Singapura yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan daring. Sindikat tersebut dituduh menipu ratusan korban dengan kerugian mencapai lebih dari S$41 juta (sekitar Rp490 miliar) melalui modus impersonation scam atau penipuan dengan menyamar sebagai pihak berwenang.

Menurut laporan, jaringan kejahatan itu diduga dioperasikan dari Phnom Penh, Kamboja, dan menjadi salah satu kasus penipuan lintas negara terbesar yang pernah diungkap Singapura. Kasus ini juga menyoroti semakin cepatnya penyebaran jaringan penipuan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Dua Nama Jadi Sorotan

Dari tujuh warga Malaysia yang diburu, dua nama menarik perhatian publik: Tang Soon Fai (25) dan Tang Soon Wah (31). Berdasarkan temuan The Straits Times, keduanya memiliki marga yang sama dan menggunakan alamat terdaftar yang sama di Selangor, menimbulkan dugaan adanya hubungan keluarga.

Dugaan ini semakin kuat setelah beredar foto-foto keduanya di media sosial yang menunjukkan mereka tampak bersama. Salah satu unggahan bahkan menyebut bahwa Tang termuda pernah dicari dalam kasus penipuan lain, meski klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas Malaysia.

Foto-foto yang dirilis Kepolisian Singapura juga tampak berasal dari unggahan yang sama, dengan wajah yang identik namun telah dipotong untuk keperluan penyidikan.

Diduga Kabur ke Luar Negeri

Pemeriksaan data menunjukkan bahwa kedua Tang terdaftar sebagai penerima bantuan tunai SARA dan subsidi bahan bakar BUDI95 — program pemerintah Malaysia yang mewajibkan verifikasi dengan kartu identitas nasional dan surat izin mengemudi. Namun, catatan menunjukkan bahwa keduanya belum pernah menggunakan hak subsidi tersebut, memunculkan dugaan bahwa mereka saat ini berada di luar negeri.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial, Rusdi Mohd Isa, mengatakan kepada The Straits Times bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan profil terhadap tujuh tersangka warga Malaysia yang disebut dalam penyelidikan Singapura.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.