Akurat

Cak Imin: Kamboja Bukan Negara Aman bagi Pekerja Migran Indonesia

Atikah Umiyani | 27 Oktober 2025, 22:24 WIB
Cak Imin: Kamboja Bukan Negara Aman bagi Pekerja Migran Indonesia

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Kamboja bukan negara yang aman bagi pekerja migran Indonesia.

Ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak salah dalam memilih negara tujuan kerja di luar negeri.

“Kami terus mengampanyekan dan mensosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat yang aman untuk pekerja migran,” ujar Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin, di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, penilaian tersebut juga sejalan dengan hasil pemantauan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang menilai belum adanya sistem perlindungan yang kuat bagi pekerja asing di Kamboja.

“Belum ada sistem yang bisa menjadi bagian dari perlindungan utama bagi pekerja migran di sana,” tegasnya.

Cak Imin mengimbau agar Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah terlanjur bekerja di Kamboja untuk terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh.

“KBRI setiap saat membuka diri dan siap menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang dihadapi warga kita,” ujarnya.

Baca Juga: KBRI Beijing Rayakan HUT ke-80 RI, Perkuat Persahabatan 75 Tahun Indonesia–Tiongkok

Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 100 ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di Kamboja pada berbagai sektor. Pemerintah melalui KBRI terus berupaya memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban perdagangan manusia (trafficking).

“Karena itu, KBRI terus berkoordinasi agar warga kita di sana tidak menjadi korban trafficking,” kata Cak Imin.

Lebih lanjut, Cak Imin mengingatkan agar masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri untuk selalu berkonsultasi dengan Migrant Center di daerah masing-masing, guna memastikan proses keberangkatan yang legal dan aman.

“Kepada seluruh warga bangsa yang mau bekerja ke luar negeri, utamakan pemahaman yang utuh dari Migrant Center agar tidak salah pilih negara tujuan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.