Akurat

KBRI Beijing Rayakan HUT ke-80 RI, Perkuat Persahabatan 75 Tahun Indonesia–Tiongkok

Oktaviani | 27 Oktober 2025, 22:18 WIB
KBRI Beijing Rayakan HUT ke-80 RI, Perkuat Persahabatan 75 Tahun Indonesia–Tiongkok

AKURAT.CO Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing menyelenggarakan resepsi diplomatik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, yang berlangsung meriah dan sarat makna pada Kamis (24/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Vice Foreign Minister Republik Rakyat Tiongkok (RRT) H.E. Sun Weidong dan Vice Minister of the International Department of the CPC Central Committee H.E. Sun Haiyan sebagai tamu kehormatan (guest of honor).

Mengusung tema budaya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, resepsi dibuka dengan prosesi keruk tumpeng Anwayatmoli oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, didampingi Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun serta kedua tamu kehormatan. Prosesi tersebut turut disaksikan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.

Kain tenun khas Tanimbar menjadi busana utama Dubes Djauhari dan Ibu Sih Elsiwi, memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia di hadapan lebih dari seribu tamu undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Dubes Djauhari membuka resepsi dengan mengutip pepatah Konfusius:

“Yǒu péng zì yuǎnfāng lái, bù yì lè hū? (有朋自远方来,不亦乐乎)” — Betapa menyenangkan memiliki sahabat yang datang dari jauh.

Ia menyampaikan bahwa tema HUT RI ke-80, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, mencerminkan semangat perjuangan bangsa yang terus dipegang teguh dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia di luar negeri.

Dubes Djauhari juga menyoroti capaian kerja sama Indonesia dan Tiongkok sepanjang tahun 2025, yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Baca Juga: Kapolri: Pers Mitra Strategis Polri, Sinergi Perlu Terus Dikuatkan

“Tahun ini menjadi tahun bersejarah dengan berbagai momentum penting, seperti kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada bulan September, kunjungan Premier Li Qiang pada bulan Juni, pelaksanaan pertemuan 2+2 antara Menlu dan Menhan pada April, serta pembentukan Comprehensive Strategic Dialogue,” ujarnya.

Kerja Sama Semakin Kuat

Di bidang ekonomi, Dubes Djauhari menyampaikan bahwa Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia, dengan volume perdagangan tahun lalu mencapai USD147,79 miliar.

Investasi Tiongkok ke Indonesia tercatat sebesar USD 8,1 miliar, sementara investasi asal Hong Kong mencapai USD8,2 miliar.

Selain itu, kesepakatan transaksi menggunakan mata uang lokal (local currency transaction) akan semakin mempermudah aktivitas bisnis antara kedua negara.

Di sektor pariwisata, Dubes Djauhari optimistis jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia akan terus meningkat seiring dibukanya berbagai rute penerbangan baru dan pengembangan destinasi wisata unggulan.

Sejumlah pejabat Indonesia turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur, Ronny Hutahayan, Dr. Jona Widagdodari DEN/Kadin Komite Tiongkok, serta KGPAA Mangkunegara X.

Hadir pula pimpinan lembaga keuangan Indonesia di Tiongkok seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Indonesia (BI) Beijing, dan Bank Mandiri Shanghai, serta perwakilan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM), diaspora, dan mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Tiongkok.

Sebelum resepsi, KBRI Beijing bersama Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Beijing, BI Beijing, Bank Mandiri Shanghai, dan BRI telah menyelenggarakan forum bisnis yang membahas peluang investasi dan kerja sama sektor keuangan.

Meriahkan Malam dengan Budaya Nusantara dan Musik Kolaboratif

Resepsi turut dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Daniel Pattinama, Trio Obras, tari-tarian daerah Indonesiaoleh kelompok Yingde dan mahasiswa Indonesia di Beijing, serta kolaborasi musik antara Central Conservatory of Music Beijing dengan musisi Indonesia yang memadukan alat musik tradisional kedua negara.

Baca Juga: Tips Membuat Podcast Sendiri dari Rekaman Hingga Publikasi

Para tamu undangan juga menikmati berbagai hidangan khas Indonesia seperti sate ayam, rendang, dan soto ayam, serta menelusuri pameran foto 75 tahun hubungan Indonesia–Tiongkok, pameran keindahan alam dan wastra Nusantara, serta booth promosi produk Indonesia seperti Yan Tai Tai, Walovi, Tipsy Coco, Kopi Buat Kamu, dan lainnya.

Sebagai penutup, tamu undangan menerima goodie bag berisi produk unggulan Indonesia seperti Kapal Api, Astick, Yan Tai Tai, dan Papatonk, simbol kedekatan persahabatan dan potensi ekonomi kreatif Indonesia di pasar Tiongkok.

Resepsi diplomatik HUT RI ke-80 di Beijing bukan hanya menampilkan kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga menggambarkan semangat persahabatan dan kerja sama erat antara Indonesia dan Tiongkok.

Melalui semangat “bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju”, KBRI Beijing menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi, budaya, dan kemanusiaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.