Anak-anak Sekolah Meneriakan 'Hari Ini Kami Bakar Orang Yahudi', Videonya Viral dan Membuat Marah Presiden Argentina

AKURAT.CO Argentina memiliki komunitas Yahudi terbesar di Amerika Latin dan salah satu yang terbesar di dunia. Ini sebabnya sebuah video anak-anak sekolah di sebuah bus pariwisata memantik banyak kecaman, bahkan Presiden Argentina Javier Milei pun sampai ikut mengukutuk peristiwa itu. "Perbuatan tercela," katanya.
Apa yang terjadi?
Gelombang kecaman itu muncul setelah tersebarnya sebuah video yang memperlihatkan sekelompok siswa SMA sedang melakukan 'chants' layaknya seperti suporter sepak bola. Yang jadi masalah mereka dianggap meneriakkan slogan antisemit.
Media JTA melaporkan bahwa video itu diambil saat anak-anak sekolah itu mengadakan perjalanan wisuda di kota wisata Bariloche, Argentina. Rekaman yang viral pada Minggu (29/9) itu menampilkan siswa-siswa Escuela Humanos, sekolah swasta di Buenos Aires Raya, meneriakkan “Hari ini kami bakar orang Yahudi.”
Seorang koordinator dari perusahaan perjalanan Baxtter juga tampak ikut bernyanyi. Perjalanan wisuda ke Bariloche lazimnya menggabungkan beberapa rombongan sekolah dalam satu bus, dan kali ini siswa Escuela Humanos bepergian bersama siswa dari Escuela ORT, sekolah Yahudi ternama.
Escuela Humanos sendiri dalam slogannya menyebut mereka sebagai lembaga yang mendidik “duta perdamaian.”
Dalam pernyataan resmi, pihak sekolah menegaskan tindakan dalam video itu tidak mencerminkan nilai mereka dan telah menghubungi organisasi Yahudi Argentina, DAIA. Namun, sekolah juga menyatakan bahwa suasana di bus sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan tur.
Video tersebut awalnya direkam awal September, tetapi menjadi sorotan nasional setelah diunggah influencer pro-Israel Dani Lerer. Presiden Milei langsung bereaksi lewat akun X (Twitter) dengan komentar singkat: “Tercela. Titik.”
Gugatan Hukum
Kementerian Kehakiman Argentina, DAIA, dan sejumlah warga telah mengajukan gugatan hukum atas insiden tersebut. Presiden DAIA, Mauro Berenstein, menegaskan pentingnya pendidikan toleransi.
“Dalam Holocaust, orang Yahudi dibakar. Kita harus memberantas ekspresi semacam ini melalui edukasi dan peningkatan kesadaran,” ujarnya dalam siaran radio.
Ariel Gelblung, Direktur Simon Wiesenthal Center untuk Amerika Latin, menilai kasus ini mencerminkan lapisan antisemitisme di kalangan muda.
“Ketika jauh dari rumah dan bertemu siswa Yahudi, prasangka itu muncul. Solusinya bukan hanya menindak, tapi menanamkan nilai toleransi di rumah dan sekolah,” kata Gelblung.
Bariloche sendiri merupakan destinasi populer di Patagonia yang dikenal di kalangan wisatawan Israel, namun juga memiliki sejarah kelam sebagai tempat persembunyian Nazi pasca-Perang Dunia II. Salah satu penjahat perang Nazi, Erich Priebke, bahkan pernah memimpin Sekolah Jerman di kota ini. Kini, Bariloche menjadi rumah bagi pusat Chabad dan satu-satunya sinagoge di Patagonia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








