Rapper Iran Danial Moghadam Selamat dari Upaya Pembunuhan Setelah Tragedi Penjara Evin

AKURAT.CO Rapper Iran Danial Moghadam nyaris tewas dalam penembakan pada 29 Juli 2025, hanya beberapa hari setelah dibebaskan dari Penjara Evin. Peluru menghantam kaca depan mobil yang ia tumpangi bersama sang ibu. “Mereka jelas berniat membunuh Danial di siang bolong,” ujar sumber dekat Moghadam kepada media IranWire.
Latar Belakang: Seniman yang Lantang Mengkritik Pemerintah
Moghadam (29) dikenal lewat lagu-lagu rap yang mengecam korupsi, hukuman mati, dan aturan ketat jilbab di Iran. Ia juga mendukung gerakan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan” yang meletus setelah kematian Mahsa Amini pada 2022.
Masalahnya dengan aparat dimulai Mei 2024 ketika ia dan rapper Vafa Ahmadpour (Vafadar) merilis video musik Stand By, yang mengecam kekerasan polisi moral dan krisis ekonomi. Keduanya ditangkap dan Moghadam divonis satu tahun pengawasan dengan larangan bepergian dan menggunakan media sosial.
Serangan Bom Penjara Evin
Pada Juni 2025, Moghadam kembali dijebloskan ke Penjara Evin terkait video musik lain, Front Line Anthem. Namun sehari setelah penahanannya, penjara itu menjadi sasaran serangan bom Israel dalam konflik 12 hari melawan Iran.
Ledakan besar menewaskan puluhan orang. Moghadam berhasil melarikan diri di tengah kekacauan dan selama tiga minggu keluarganya tak mengetahui apakah ia selamat.
Dalam video Instagram 14 Juli, Moghadam mengaku hidup terlunta-lunta di jalanan Teheran, tidur di garasi dan taman, serta mengalami trauma berat yang diduga sebagai gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Upaya Pembunuhan Terbuka
Setelah kembali diam-diam ke rumah ibunya di Shiraz pada 26 Juli, Moghadam berusaha memulihkan kondisi fisik dan mentalnya. Keesokan harinya, saat keluar membeli obat, ia menyadari ada mobil yang mengikuti. Pengemudi berpakaian sipil, awalnya disangka perampok.
Tak lama kemudian, rentetan tembakan menghantam mobil mereka. Moghadam dan ibunya selamat setelah menunduk, namun kaca depan pecah diterjang peluru. Sumber dekatnya menilai insiden itu sebagai upaya pembunuhan yang disamarkan sebagai penangkapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









