Republik Dominika Sita 377 Paket Kokain dari Speedboat yang Dihancurkan AL AS

AKURAT.CO Otoritas anti-narkotika Republik Dominika menyita 377 paket kokain dari sebuah speedboat yang sebelumnya dihancurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dalam operasi gabungan di perairan Karibia selatan. Keberhasilan ini disebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam pemberantasan narkoba.
Operasi Gabungan AS–Republik Dominika
Direktorat Nasional Pengendalian Narkoba (DNCD) mengungkapkan bahwa speedboat tersebut diduga membawa sekitar 1 ton kokain dan dihancurkan sekitar 80 mil laut selatan Isla Beata, pulau kecil milik Republik Dominika.
“Ini adalah operasi gabungan pertama dalam sejarah AS dan Republik Dominika melawan kejahatan narkotika di Karibia,” demikian pernyataan resmi DNCD, Minggu (21/9).
Menurut pejabat setempat, kapal tersebut berupaya menjadikan Republik Dominika sebagai jalur transit atau ‘jembatan’ penyelundupan kokain ke Amerika Serikat.
Latar Belakang Misi Antinarkotika AS
Sejak Agustus, pemerintahan Donald Trump mengerahkan delapan kapal perang dan satu kapal selam ke Karibia selatan sebagai bagian dari misi pemberantasan narkoba. Gedung Putih melaporkan armada itu telah menenggelamkan tiga speedboat pengangkut narkoba, menewaskan lebih dari selusin orang.
Namun, misi ini menuai kritik. Kelompok hak asasi manusia menilai serangan terhadap kapal-kapal pengangkut narkoba sebagai pembunuhan di luar hukum. Bahkan, dua senator Partai Demokrat mengajukan resolusi di Kongres AS untuk menghentikan serangan lanjutan.
Tuduhan Terhadap Venezuela
Washington menuding sedikitnya dua dari kapal yang ditenggelamkan berasal dari Venezuela, negara yang presidennya, Nicolás Maduro, kerap dituduh terlibat perdagangan narkoba dan memimpin kelompok yang disebut Kartel Matahari. Maduro membantah keras tuduhan itu dan menilai pengerahan militer AS ke Karibia sebagai tindakan agresi terhadap Venezuela.
Perang Narkoba di Karibia
Kasus penyelundupan kokain ini menambah panjang catatan perang narkoba di kawasan Karibia, yang kerap dijadikan jalur utama peredaran narkotika menuju Amerika Serikat. Kerja sama militer AS dan Republik Dominika dalam operasi ini disebut sebagai tonggak penting dalam upaya menekan peredaran narkoba internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








