Senator AS Sebut Pembantaian di Gaza cuma Perang, bukan Genosida

AKURAT.CO Ketika sejumlah negara Barat semakin keras mengecam operasi militer Israel di Gaza, bahkan secara terbuka mengatakannya sebagai genosida, Amerika Serikat seolah terus tutup mata. Tak heran, karena sebagian politisi di negeri Paman Sam itu menganggap yang terjadi di Gaza tak ubah sebagai perang.
Sikap Senator AS John Fetterman adalah contoh dari sikap politikus AS yang permisif terhadap kebengisan militer Israel di Gaza.
Senator dari Pennsylvania menegaskan dukungannya terhadap Israel dalam konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Dalam wawancaranya dengan CNN, Fetterman menyatakan bahwa tidak ada genosida atau pembersihan etnis, melainkan apa yang ia sebut sebagai "perang yang adil".
Ia juga membantah tuduhan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang. Menurutnya, kondisi menyedihkan di Gaza disebabkan oleh kelompok Hamas dan dukungan dari Iran, bukan oleh Israel.
Kritik Terhadap Partai Demokrat: Minimnya Tanggapan terhadap Gaza
Sejumlah tokoh Partai Demokrat dikritik karena tidak mengakui atau bahkan menarik kembali pernyataan tentang dugaan genosida di Gaza. Contohnya, Katherine Clark, anggota senior DPR AS, menghindari menyebut konflik ini sebagai genosida. Begitu pula dengan Hakeem Jeffries, pemimpin Demokrat di DPR, yang enggan memberi komentar soal serangan Israel ke wilayah-wilayah sensitif seperti Qatar.
DMFI dan Pengaruh Politik Pro-Israel di AS
Organisasi Democratic Majority for Israel (DMFI) dianggap memiliki pengaruh kuat dalam kebijakan luar negeri Partai Demokrat. DMFI mendukung politisi yang pro-Israel dan menentang mereka yang kritis terhadap tindakan Israel, seperti Cori Bush, mantan anggota Kongres yang menentang apartheid Israel dan genosida di Gaza.
Trump, Antifa, dan Tuduhan Otoritarianisme
Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump juga terlibat dalam perdebatan ini. Ia menetapkan kelompok Antifa sebagai "organisasi teroris besar", dan bahkan menyarankan penggunaan hukum RICO (yang biasanya dipakai untuk menjerat mafia) terhadap para pengunjuk rasa pro-Palestina.
Kebijakan dan retorika keras Trump ini dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan berpendapat di AS, terutama bagi mereka yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Kritik dari Aktivis dan Organisasi HAM
Organisasi seperti Codepink melaporkan adanya upaya intimidasi terhadap aktivis yang menentang genosida di Gaza. Mereka menyebut tindakan pemerintah sebagai bentuk pembungkaman terhadap hak berbicara dan protes damai.
Di sisi lain, beberapa organisasi hak asasi manusia Palestina seperti Al-Haq dan Al Mezan justru dikenai sanksi oleh pemerintah AS karena mendokumentasikan kejahatan perang Israel.
Bernie Sanders: Terlambat Menyebut ‘Genosida’
Senator Bernie Sanders, tokoh progresif dari Partai Demokrat, akhirnya menyebut bahwa yang terjadi di Gaza adalah genosida. Namun, ia dikritik karena terlambat menyuarakannya dan tidak menyebut suara atau organisasi Palestina secara langsung dalam opininya.
Meskipun konflik di Gaza telah menewaskan ribuan warga sipil, banyak pemimpin politik di AS – baik dari Demokrat maupun Republik – tampak enggan bersikap tegas. Hal ini menimbulkan kritik dari banyak aktivis, kelompok HAM, dan warga AS yang mendukung hak-hak Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









