Profil Sushila Karki PM Sementara Nepal yang Dipilih Gen Z

AKURAT.CO Profil Sushila Karki Perdana Menteri (PM) sementara Nepal tengah ramai dibicarakan usai gelombang protes besar melanda Negeri Himalaya itu.
Dari aksi unjuk rasa anti-korupsi tersebut, lahirlah sejarah baru untuk pertama kalinya Nepal dipimpin perdana menteri perempuan interim pilihan generasi muda.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (15/9/2025), berikut informasi mengenai profil Sushila Karki PM sementara Nepal.
Terpilih Lewat Pemungutan Suara Digital
Proses penentuan pemimpin sementara ini berlangsung unik. Ribuan anak muda Nepal, terutama generasi Z, memanfaatkan platform Discord untuk melakukan pemungutan suara kilat.
Baca Juga: Kerusuhan Nepal: Nama Mantan Ketua MA Sushila Karki Mencuat jadi Kandidat PM Sementara
Hasilnya, Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, resmi dipilih menjadi perdana menteri interim pada usia 73 tahun.
Sushila Karki dipercaya memimpin pemerintahan sementara setelah kabinet KP Sharma Oli tumbang akibat unjuk rasa besar yang dipicu isu korupsi dan nepotisme.
Nepal sendiri dijadwalkan menggelar pemilu pada 5 Maret 2026 untuk memilih perdana menteri definitif. Hingga saat itu, Karki memegang kendali pemerintahan.
Simbol Reformasi dan Perlawanan Korupsi
Pelantikan Sushila Karki sebagai PM sementara Nepal dinilai sebagai simbol perlawanan terhadap budaya korupsi dan nepotisme yang sudah lama mengakar.
Dukungan besar dari anak muda juga menunjukkan kuatnya dorongan reformasi politik serta kebebasan digital di Nepal.
Karki dikenal sebagai hakim yang berani dan tegas terhadap isu terorisme dan korupsi. Reputasinya yang bersih dan rekam jejak gemilang membuatnya menjadi sosok yang dipercaya generasi muda untuk membawa perubahan.
Baca Juga: Korban Tewas Protes Generasi Z di Nepal Meningkat Jadi 34 Orang
Perjalanan Karier
Sushila Karki bukan sosok baru di dunia hukum Nepal. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung pada 2016 dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Sepanjang kariernya, ia menangani berbagai kasus sensitif, mulai dari vonis korupsi pejabat aktif hingga putusan penting terkait hak kewarganegaraan perempuan.
Salah satu langkah bersejarahnya adalah saat memimpin sidang yang menjatuhkan hukuman penjara kepada Jay Prakash Gupta, Menteri Teknologi Informasi kala itu, pada 2012.
Keputusan itu tercatat sebagai yang pertama kali seorang menteri aktif dipenjara karena korupsi di Nepal.
Namun, ketegasan Karki kerap memicu gesekan dengan lembaga eksekutif. Pada 2017, ia bahkan sempat menghadapi mosi pemakzulan dari koalisi parlemen terkait perselisihan pengangkatan Kepala Polisi.
Latar Belakang Pendidikan dan Kehidupan Akademik
Karki memulai karier hukumnya sebagai advokat di Biratnagar pada 1979. Ia juga memiliki hubungan erat dengan India.
Gelar Master Ilmu Politik ia raih dari Banaras Hindu University (BHU), Varanasi, pada 1975. Di sana ia bukan hanya fokus pada studi akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan budaya.
Dalam wawancara dengan Himalayan Times, Karki mengenang masa studinya di BHU yang memberinya fondasi akademik kuat.
Baca Juga: Kerusuhan Nepal: Nama Mantan Ketua MA Sushila Karki Mencuat jadi Kandidat PM Sementara
Ia bahkan sempat mendapat tawaran untuk mengajar dan menempuh studi doktoral, namun akhirnya memilih berkarier di jalur hukum.
Dukungan Besar dari Generasi Muda
Kelompok pemuda seperti “We Nepali Group” menjadi motor penggerak dukungan terhadap Karki.
Dalam pertemuan akbar yang dihadiri lebih dari 5.000 anggota, mayoritas suara bulat mendukungnya sebagai pemimpin sementara Nepal.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda memanfaatkan ruang digital untuk mengubah peta politik nasional.
Kesimpulan
Profil Sushila Karki PM sementara Nepal yang dipilih Gen Z menunjukkan lahirnya era baru politik di Negeri Himalaya itu.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Nepal Berhasil Gulingkan DPR?
Karki menjadi simbol keberanian, integritas, dan perlawanan terhadap korupsi serta nepotisme.
Meski hanya menjabat sementara hingga pemilu 5 Maret 2026, kepemimpinan Karki mencerminkan harapan besar generasi muda Nepal akan perubahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








