Akurat

Neokolonialisme Modern, Pengertian, Contoh, dan Dampaknya!

Eko Krisyanto | 14 September 2025, 10:08 WIB
Neokolonialisme Modern, Pengertian, Contoh, dan Dampaknya!

AKURAT.CO Neokolonialisme modern adalah salah satu isu penting dalam hubungan internasional saat ini.

Meski era kolonialisme klasik telah berakhir, namun pengaruh dan dominasi negara maju terhadap negara berkembang tetap terjadi. Hal ini menimbulkan perdebatan panjang mengenai apakah negara-negara berkembang benar-benar merdeka atau hanya menjadi bagian dari sistem global yang menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Neokolonialisme modern merujuk pada bentuk pengaruh dan kontrol yang dilakukan secara tidak langsung oleh negara maju atau korporasi internasional terhadap negara berkembang.

Dilansir dari Britannica, neokolonialisme didefinisikan sebagai praktik di mana negara-negara berkembang dikendalikan melalui mekanisme ekonomi, politik, dan budaya, bukan lewat pendudukan militer seperti pada era kolonialisme tradisional.

Fenomena ini umumnya dilakukan oleh negara-negara maju dan lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, atau organisasi perdagangan global. Mereka menggunakan perjanjian Internasional, bantuan luar negeri, hingga investasi asing untuk memengaruhi arah kebijakan negara yang menjadi sasaran.

Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Dicontoh RI dari Negara Maju Soal Kenaikan Tarif PPN

Istilah Neokolonialisme mulai dikenal setelah Perang Dunia II ketika banyak negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin Merdeka.

Walaupun secara resmi sudah bebas dari penjajahan, hubungan ekonomi dan politik dengan negara bekas penjajah tetap menempatkan mereka pada posisi yang lemah. Kondisi ini menghambat upaya pembangunan mandiri dan menciptakan ketergantungan baru yang lebih sulit diputuskan.

Neokolonialisme yang paling banyak terlihat adalah di wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti Afrika. Negara-negara di kawasan ini kerap dieksploitasi melalui perdagangan yang timpang, kontrak investasi yang merugikan, serta pengaruh politik yang menjaga kepentingan pihak asing tetap berjalan.

Tekanan ekonomi melalui utang luar negeri juga menjadi salah satu sarana yang membuat negara berkembang sulit lepas dari pengaruh pihak luar. Tapi walaupun sudah memiliki potensi sumber daya yang besar, banyak negara tetap berada dalam lingkaran kemiskinan dan ketergantungan.

Baca Juga: Negara Berkembang Perlu Peningkatan Kapasitas Pinjaman Untuk Akselerasi Transisi Energi

Contoh Neokolonialisme Modern

  • Perjanjian perdagangan yang menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang.
  • Eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan multinasional tanpa memberikan nilai tambah signifikan bagi masyarakat lokal.
  • Bantuan luar negeri dengan syarat yang memaksa negara penerima mengikuti kebijakan tertentu.
  • Investasi asing yang menarik keuntungan besar tanpa menciptakan pembangunan berkelanjutan.

Dampak Neokolonialisme Modern

1. Ekonomi

Ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan impor barang jadi yang membuat pembangunan industri lokal terhambat.

2. Politik

Kebijakan negara berkembang sering menyesuaikan kepentingan pihak asing demi mendapatkan bantuan atau investasi.

3. Sosial & Budaya

Terjadi homogenisasi budaya dan hilangnya identitas lokal akibat dominasi nilai-nilai dari luar.

4. Pembangunan

Infrastruktur dan teknologi berkembang, tetapi lebih berorientasi pada kepentingan investor asing daripada kebutuhan masyarakat lokal.

Dengan memahami pengertian, contoh, dan dampaknya, masyarakat bisa lebih sadar dan mendorong kemandirian negara berkembang agar tidak terus bergantung pada pihak luar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R