Negara Berkembang Perlu Peningkatan Kapasitas Pinjaman Untuk Akselerasi Transisi Energi
Demi Ermansyah | 12 Januari 2025, 21:29 WIB

AKURAT.CO Transisi energi menjadi fokus utama di tengah meningkatnya kebutuhan dunia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Namun, menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengungkapkan, negara-negara berkembang menghadapi tantangan besar dalam hal pendanaan untuk energi bersih.
Menurut Guterres, meningkatkan kapasitas pinjaman Bank Pembangunan Multilateral (MDB) adalah langkah mendesak.
"Negara-negara harus mengatasi kendala finansial dengan meningkatkan kapasitas pinjaman MDB, menyediakan pembiayaan konsesi, dan menangani utang dengan cara yang efektif," katanya saat membuka Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi, dilansir Reuters, Minggu (12/1/2025).
Baca Juga: PBB Dorong Kerja Sama Global Untuk Transisi Energi Berkeadilan
MDB memiliki peran vital dalam menyediakan pendanaan jangka panjang yang dibutuhkan oleh negara berkembang.
MDB memiliki peran vital dalam menyediakan pendanaan jangka panjang yang dibutuhkan oleh negara berkembang.
Dengan dana yang cukup, negara-negara ini dapat membangun infrastruktur energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Data menunjukkan bahwa sejak 2016, negara berkembang hanya menerima satu dari lima dolar AS investasi global untuk energi bersih. Ketimpangan ini membuat transisi energi berjalan lambat di negara-negara tersebut, termasuk Indonesia.
“Ini adalah masalah yang harus kita atasi bersama. Tanpa pendanaan yang memadai, transisi energi akan terus tertinggal,” ungkap Guterres.
Selain kapasitas pinjaman, pembiayaan konsesi pinjaman dengan bunga rendah atau tanpa bunga dapat menjadi solusi penting. Hal ini memungkinkan negara-negara berkembang untuk mengakses dana tanpa menambah beban utang yang signifikan.
Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke investasi dalam energi terbarukan. Langkah ini akan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung transisi energi secara berkelanjutan.
Guterres menambahkan, "Kita membutuhkan kebijakan yang mendukung, termasuk harga karbon yang efektif, untuk mempercepat peralihan ini."
Jika diterapkan dengan baik, strategi ini tidak hanya mendukung ketahanan energi tetapi juga menjaga suhu bumi agar tidak meningkat lebih dari 1,5 derajat Celcius.
Data menunjukkan bahwa sejak 2016, negara berkembang hanya menerima satu dari lima dolar AS investasi global untuk energi bersih. Ketimpangan ini membuat transisi energi berjalan lambat di negara-negara tersebut, termasuk Indonesia.
“Ini adalah masalah yang harus kita atasi bersama. Tanpa pendanaan yang memadai, transisi energi akan terus tertinggal,” ungkap Guterres.
Selain kapasitas pinjaman, pembiayaan konsesi pinjaman dengan bunga rendah atau tanpa bunga dapat menjadi solusi penting. Hal ini memungkinkan negara-negara berkembang untuk mengakses dana tanpa menambah beban utang yang signifikan.
Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke investasi dalam energi terbarukan. Langkah ini akan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung transisi energi secara berkelanjutan.
Guterres menambahkan, "Kita membutuhkan kebijakan yang mendukung, termasuk harga karbon yang efektif, untuk mempercepat peralihan ini."
Jika diterapkan dengan baik, strategi ini tidak hanya mendukung ketahanan energi tetapi juga menjaga suhu bumi agar tidak meningkat lebih dari 1,5 derajat Celcius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan








