Influencer AS Berulah di Australia: Buat Konten Bergulat dengan Buaya

AKURAT.CO Influencer media sosial sering melakukan aksi sensasional, meski harus mempertaruhkan nyawa dan membahayakan lingkungan. Yang jadi sorotan kali ini adalah seorang influencer yang membuat konten 'bergulat dengan buaya' di Queensland Australia.
Pihak berwenang negara Kangguru itu pun tak tinggal diam dan segera menyelidiki influencer asal Amerika tersebut. Menurut mereka aktivitas tersebut dinilai "sangat berbahaya dan ilegal".
Seperti dilaporkan The Straits Times, dalam serangkaian video di Instagram-nya, Mike Holston yang dikenal dengan nama therealtarzann, bergulat dengan buaya air asin dan air tawar.
Dalam salah satu unggahannya, dengan bertelanjang dada ia terjun ke air, muncul sambil memegangi leher buaya dengan darah mengucur dari sikunya.
"Dia berhasil menangkap saya, tetapi saya juga berhasil menangkapnya," kata Holston.
Dalam unggahan lainnya, Holston melompat dari perahu dan masuk ke perairan yang lebat untuk mengejar buaya, yang kemudian ia lawan.
Holston mengatakan bahwa video-video tersebut, yang telah ditonton jutaan kali, bertujuan untuk "tujuan edukasi".
Namun, video-video tersebut memicu kemarahan di Australia, di mana hukuman maksimum untuk mengganggu buaya air asin adalah A$37.500 (sekitar Rp408 juta).
Negara bagian Queensland mengatakan pada 10 September bahwa mereka "sedang aktif menyelidiki" kedua video tersebut.
"Tindakan-tindakan ini sangat berbahaya dan ilegal, dan kami secara aktif menjajaki tindakan kepatuhan yang tegas, termasuk denda, untuk mencegah siapa pun melakukan perilaku semacam ini," kata departemen lingkungannya.
"Perlu kami tegaskan: orang-orang tidak boleh mencoba menangkap buaya air tawar atau air asin di Queensland, kecuali mereka terlatih dan memiliki izin untuk melakukannya."
Perdana Menteri negara bagian, David Crisafulli, juga menyebut influencer tersebut sebagai "angsa".
Holston tidak menanggapi permintaan komentar.
Flora dan fauna Australia yang terkenal beragam sangat dilindungi dan upaya untuk mengganggunya dapat dikenakan sanksi berat.
Influencer AS lainnya memicu kemarahan pada bulan Maret setelah sebuah video menunjukkan dirinya mengganggu bayi wombat.
Dan ayah mendiang "pemburu buaya" selebritas Steve Irwin, Bob Irwin, mengatakan minggu ini bahwa orang-orang harus menghormati satwa liar Australia atau akan dideportasi.
“Postingan-postingan ini dapat menimbulkan konsekuensi yang buruk bagi manusia dan satwa liar,” kata Irwin.
Data pemerintah memperkirakan terdapat antara 20.000 dan 30.000 buaya air asin di Queensland, di wilayah luas yang dikenal sebagai "Negeri Buaya".
Mereka adalah spesies yang dilindungi dan rentan, serta diketahui menyerang manusia.
Antara Desember 1985 dan April 2024, terdapat 34 serangan yang tidak fatal dan 14 serangan fatal oleh buaya air asin liar di Queensland.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









