Israel Serang Doha, Hamas Nyatakan Para Pemimpinnya Gagal Dibunuh

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan udara besar di ibu kota Qatar, Doha, dengan target pimpinan Hamas. Serangan yang terjadi saat negosiator Hamas membahas proposal gencatan senjata Gaza ini menimbulkan ledakan besar di distrik Katara.
Hamas Klaim Israel Gagal Bunuh Pimpinan
Menurut Hamas, upaya pembunuhan itu gagal. Negosiator utama dan pejabat senior Hamas selamat, meski lima orang tewas, termasuk putra pemimpin senior Khalil Al Hayya, direktur kantornya, dan tiga staf lain. Seorang petugas keamanan Qatar juga ikut menjadi korban.
Hamas menegaskan bahwa serangan Israel tidak akan mengubah sikap mereka, termasuk tuntutan penarikan total Israel dari Gaza.
Respons Israel dan Amerika Serikat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi ini sebagai tindakan independen setelah penembakan di dekat Yerusalem yang diklaim Hamas. Militer Israel menyatakan serangan itu "tepat sasaran" terhadap pimpinan Hamas yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober dan perang yang masih berlangsung.
Gedung Putih mengaku diberi tahu sebelumnya, tetapi menegaskan tidak terlibat. Juru bicara AS bahkan menyebut pengeboman di Qatar sebagai langkah yang merusak upaya perdamaian.
Kecaman Qatar dan Dunia Internasional
Qatar mengecam serangan Israel sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan ancaman serius bagi keamanan warganya. PBB juga menegaskan Qatar berperan positif dalam mediasi gencatan senjata dan menilai serangan ini justru menghambat perdamaian.
Sejumlah pemimpin Arab—termasuk UEA, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir—mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Qatar serta ancaman bagi stabilitas kawasan.
Risiko Eskalasi Konflik
Serangan di Doha menandai babak baru eskalasi konflik, mengingat Qatar selama ini menjadi mediator utama perang Gaza bersama Mesir. Insiden ini terjadi ketika upaya diplomatik internasional, termasuk konferensi PBB tentang Palestina, sedang menuju titik penting.
Sementara perang Israel-Hamas telah berlangsung hampir dua tahun dengan lebih dari 64.600 korban jiwa di Gaza, langkah militer Israel di luar wilayah konflik—mulai dari Iran, Suriah, Lebanon, hingga kini Qatar—memperlihatkan skala eskalasi yang semakin meluas di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik






