Akurat

Israel Serang Doha, Hamas Nyatakan Para Pemimpinnya Gagal Dibunuh

Kumoro Damarjati | 10 September 2025, 11:13 WIB
  Israel Serang Doha, Hamas Nyatakan Para Pemimpinnya Gagal Dibunuh

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan udara besar di ibu kota Qatar, Doha, dengan target pimpinan Hamas. Serangan yang terjadi saat negosiator Hamas membahas proposal gencatan senjata Gaza ini menimbulkan ledakan besar di distrik Katara.

Hamas Klaim Israel Gagal Bunuh Pimpinan

Menurut Hamas, upaya pembunuhan itu gagal. Negosiator utama dan pejabat senior Hamas selamat, meski lima orang tewas, termasuk putra pemimpin senior Khalil Al Hayya, direktur kantornya, dan tiga staf lain. Seorang petugas keamanan Qatar juga ikut menjadi korban.

Hamas menegaskan bahwa serangan Israel tidak akan mengubah sikap mereka, termasuk tuntutan penarikan total Israel dari Gaza.

Respons Israel dan Amerika Serikat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi ini sebagai tindakan independen setelah penembakan di dekat Yerusalem yang diklaim Hamas. Militer Israel menyatakan serangan itu "tepat sasaran" terhadap pimpinan Hamas yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober dan perang yang masih berlangsung.

Gedung Putih mengaku diberi tahu sebelumnya, tetapi menegaskan tidak terlibat. Juru bicara AS bahkan menyebut pengeboman di Qatar sebagai langkah yang merusak upaya perdamaian.

Kecaman Qatar dan Dunia Internasional

Qatar mengecam serangan Israel sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan ancaman serius bagi keamanan warganya. PBB juga menegaskan Qatar berperan positif dalam mediasi gencatan senjata dan menilai serangan ini justru menghambat perdamaian.

Sejumlah pemimpin Arab—termasuk UEA, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir—mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Qatar serta ancaman bagi stabilitas kawasan.

Risiko Eskalasi Konflik

Serangan di Doha menandai babak baru eskalasi konflik, mengingat Qatar selama ini menjadi mediator utama perang Gaza bersama Mesir. Insiden ini terjadi ketika upaya diplomatik internasional, termasuk konferensi PBB tentang Palestina, sedang menuju titik penting.

Sementara perang Israel-Hamas telah berlangsung hampir dua tahun dengan lebih dari 64.600 korban jiwa di Gaza, langkah militer Israel di luar wilayah konflik—mulai dari Iran, Suriah, Lebanon, hingga kini Qatar—memperlihatkan skala eskalasi yang semakin meluas di Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.