Mantan Menlu Zambia Joseph Malanji Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi Helikopter dan Properti

AKURAT.CO Mantan Menteri Luar Negeri Zambia, Joseph Malanji, resmi dijatuhi hukuman empat tahun penjara dengan kerja paksa setelah terbukti bersalah dalam kasus korupsi besar.
Menurut laporan media setempat, Malanji dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan terkait pembelian properti mewah dan helikopter yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.
Tidak hanya Malanji, mantan Menteri Keuangan Fredson Yamba juga dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Ia terbukti menyetujui transfer dana lebih dari 8 juta dolar AS ke misi diplomatik Zambia di Turki tanpa alasan jelas.
Kasus Korupsi di Lingkaran Pemerintahan Edgard Lungu
Kasus ini menambah daftar panjang pejabat era mantan Presiden Edgard Lungu yang terjerat korupsi. Namun, Malanji adalah sosok paling terkenal yang dijatuhi hukuman sejauh ini.
Malanji, yang pernah menjabat Menlu Zambia pada 2018–2021, dikenal dekat dengan Lungu. Ia bahkan mendapat julukan “Bonanza” karena dikenal dermawan dan akrab dengan masyarakat.
Sementara itu, Lungu sendiri meninggal dunia pada Juni lalu di Afrika Selatan. Namun, hingga kini ia belum dimakamkan akibat perselisihan keluarga dengan pemerintah terkait pengaturan pemakaman.
Janji Presiden Hakainde Hichilema dan Kritik Oposisi
Presiden Zambia saat ini, Hakainde Hichilema, naik ke tampuk kekuasaan empat tahun lalu dengan janji utama memberantas korupsi.
Namun, oposisi menilai upaya ini sarat kepentingan politik. Partai Lungu, Front Patriotik (PF), menuduh Hichilema menggunakan isu korupsi sebagai alat untuk menyingkirkan lawan.
Di sisi lain, para pengkritik juga menyoroti bahwa dugaan korupsi masih marak di pemerintahan Hichilema, tetapi belum ada menteri aktif yang dipecat atau diadili.
Tekanan Internasional: AS Hentikan Bantuan
Kasus korupsi di Zambia juga mendapat sorotan internasional. Pada Mei lalu, pemerintah Amerika Serikat menghentikan bantuan sektor kesehatan senilai 50 juta dolar AS.
Washington menilai ada “pencurian sistematis” atas dana bantuan medis dan menegaskan tidak ingin menanggung “pengayaan pribadi para penipu”.
Pemerintah Zambia berjanji menyelidiki kasus ini, tetapi hingga kini belum ada tuntutan hukum baru yang diajukan.
Zambia dan Masalah Korupsi Kronis
Menurut Transparency International, Zambia termasuk salah satu negara paling korup di dunia.
Dalam vonisnya, Hakim Ireen Wishimanga menyatakan bahwa ia masih menunjukkan “kelonggaran” terhadap Malanji dan Yamba karena keduanya merupakan pelanggar pertama. Namun, kasus ini semakin menegaskan bahwa korupsi tetap menjadi masalah besar yang membayangi politik dan pemerintahan Zambia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








