Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman 12 Tokoh Senior Houthi yang Tewas dalam Serangan Israel

AKURAT.CO Ribuan warga Yaman membanjiri Masjid Al-Saleh, masjid terbesar di ibu kota Sanaa, pada Senin (29/8) untuk menghadiri pemakaman 12 pejabat senior Houthi, termasuk perdana menteri mereka, yang tewas dalam serangan udara Israel.
Serangan mematikan itu terjadi pada Kamis lalu dan menargetkan kerumunan besar yang tengah menonton pidato televisi pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi. Serangan ini menewaskan sebagian besar anggota kabinet kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.
Di tengah suasana duka, para pelayat meneriakkan slogan khas Houthi: “Allahu Akbar, Matilah Amerika, Matilah Israel, Kutukan bagi Yahudi, Kemenangan bagi Islam.”
Mohammed Miftah, yang kini menjabat sebagai kepala pemerintahan de facto Houthi menggantikan Perdana Menteri Ahmad Ghaleb al-Rahwi yang tewas, bersumpah akan membalas dendam. Ia juga menegaskan akan memperketat keamanan internal dengan menindak para mata-mata.
“Kita berhadapan dengan jaringan intelijen terkuat di dunia, termasuk AS, Israel, dan sekutu Arab mereka. Target mereka adalah pemerintah Yaman dan semua unsur yang mendukung perlawanan,” kata Miftah di hadapan ribuan pelayat.
Serangan Menyasar Pejabat Tinggi Houthi
Israel mengklaim serangan udara itu ditujukan kepada sejumlah pejabat penting, termasuk kepala staf militer Houthi, menteri pertahanan, serta pimpinan brigade rudal. Namun, hingga kini nasib Menteri Pertahanan Mohamed al-Atifi masih belum jelas.
Sementara itu, Abdul Malik al-Houthi masih hidup dan tetap menjadi salah satu sekutu utama Iran di kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia dikenal sebagai tokoh yang sulit ditaklukkan oleh Israel maupun musuh regionalnya, bahkan disebut sebagai “duri abadi” bagi Israel.
Ketegangan Memanas di Laut Merah
Sejak perang Israel–Hamas pecah pada Oktober 2023, Houthi semakin gencar menyerang kapal-kapal di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Serangan ini telah memicu aksi balasan dari Israel dan Amerika Serikat.
Meski sempat ada upaya penghentian serangan, Houthi menegaskan akan terus menargetkan kapal-kapal Israel dan sekutunya. Pada Senin lalu, kelompok tersebut mengaku menembakkan rudal ke arah kapal tanker Scarlet Ray berbendera Liberia milik Israel, yang berada di dekat pelabuhan Yanbu, Arab Saudi.
Krisis Yaman Semakin Kompleks
Selain menghadapi gempuran udara, Houthi juga memperketat pengawasan internal. Bahkan, kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sanaa ikut digerebek pada Minggu lalu, dengan setidaknya 11 staf PBB ditahan tanpa alasan jelas.
Langkah ini menambah ketidakpastian di Yaman, yang kini berada di persimpangan konflik regional, perang proksi, dan tekanan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








