Korban Tewas Gempa Dahsyat Guncang Afghanistan Tembus 800 Orang

AKURAT.CO Operasi penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan di Afghanistan setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah timur negara itu pada Senin (29/8) dini hari. Guncangan kuat yang diikuti beberapa gempa susulan menghancurkan rumah-rumah di daerah pegunungan terpencil dan menewaskan lebih dari 800 orang, menurut otoritas Taliban.
Gempa utama terjadi sesaat sebelum tengah malam dan terasa hingga Kabul serta ibu kota Pakistan, Islamabad. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, lebih dari 1,2 juta orang kemungkinan merasakan guncangan kuat hingga sangat kuat.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Provinsi Kunar menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, menyebut sekitar 800 orang meninggal dunia dan 2.500 lainnya terluka di wilayah tersebut. Sementara itu, di provinsi tetangga Nangarhar, sedikitnya 12 orang tewas dan 255 orang luka-luka.
“Banyak rumah hancur,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Abdul Mateen Qani, kepada AFP. Sebagian besar warga Afghanistan masih tinggal di rumah berbahan bata lumpur yang rapuh dan mudah runtuh ketika diguncang gempa.
Desa-Desa Terisolasi
Badan Migrasi PBB melaporkan sejumlah desa di Provinsi Kunar masih sulit dijangkau karena akses jalan terblokir. Pemerintah Taliban bersama lembaga internasional kini berupaya membuka jalur dan menyalurkan bantuan. Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebut sudah melakukan sedikitnya 40 penerbangan ke wilayah terdampak.
“Anak-anak dan perempuan berteriak ketakutan. Kami belum pernah mengalami bencana sebesar ini,” ujar Ijaz Ulhaq Yaad, pegawai Dinas Pertanian Kunar. Ia menambahkan, banyak korban berasal dari keluarga pengungsi yang dalam beberapa tahun terakhir kembali dari Iran dan Pakistan.
Rincian Gempa
USGS mencatat pusat gempa berada di kedalaman 8 kilometer, sekitar 27 kilometer dari Jalalabad, Provinsi Nangarhar. Daerah ini berbatasan langsung dengan Pakistan dan dikenal rawan aktivitas tektonik karena berada di pertemuan lempeng Eurasia dan India.
Setidaknya lima gempa susulan tercatat setelah lindu utama, dengan yang terkuat berkekuatan 5,2 magnitudo terjadi pada pukul 04.00 dini hari.
Reaksi Dunia
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan belasungkawa mendalam. “Saya menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Afghanistan setelah gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini,” ujarnya.
Ucapan simpati juga datang dari sejumlah negara yang menawarkan bantuan kemanusiaan.
Afghanistan Rawan Bencana
Afghanistan memang kerap dilanda bencana alam. Oktober 2023 lalu, gempa 6,3 SR mengguncang Provinsi Herat dan menewaskan lebih dari 1.500 orang. Pada Juni 2022, gempa 5,9 SR di Provinsi Paktika menelan lebih dari 1.000 korban jiwa.
Kondisi semakin berat karena negara ini tengah menghadapi krisis kemanusiaan setelah puluhan tahun konflik. Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, bantuan internasional menyusut drastis, membuat kapasitas penanganan bencana di Afghanistan sangat terbatas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








