Akurat

PM Prancis Bayrou Dikecam Gara-Gara Alasan “Liburan” Hadapi Krisis Politik

Kumoro Damarjati | 29 Agustus 2025, 16:12 WIB
PM Prancis Bayrou Dikecam Gara-Gara Alasan “Liburan” Hadapi Krisis Politik

AKURAT.CO Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou, menuai kecaman setelah mengaku tidak mengadakan pembicaraan dengan pihak oposisi sepanjang Agustus. Alasannya, menurut Bayrou, semua orang, kecuali dirinya, sedang berlibur.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan TF1 TV pada Rabu (27/8). “Karena mereka sedang liburan. Pada bulan Agustus, mereka semua sedang liburan,” ujarnya.

Komentar tersebut segera memicu kritik keras dari berbagai pihak.

Mosi Tidak Percaya di Parlemen

Sehari sebelumnya, pada Senin, Bayrou mengumumkan rencananya untuk mengajukan mosi tidak percaya di parlemen pada 8 September. Langkah ini dilakukan guna mengatasi kebuntuan politik terkait anggaran 2026.

Namun, peluang Bayrou untuk bertahan di kursi perdana menteri sangat kecil. Partai-partai oposisi utama sudah menyatakan akan menolak usulannya, yang berarti ia kemungkinan besar akan kalah dalam pemungutan suara dan kehilangan jabatannya.

Meski begitu, Bayrou mengatakan akan bertemu dengan para pemimpin oposisi minggu depan untuk mencoba membujuk mereka agar mengubah sikap.

Kritik Oposisi

Pernyataan soal “liburan” langsung ditanggapi sinis. Marine Le Pen, pemimpin sayap kanan, menuding Bayrou berbohong. Ia menegaskan partainya justru telah mengirimkan proposal kebijakan ekonomi kepada perdana menteri selama musim panas.

Nada serupa datang dari kubu hijau. Marine Tondelier, pemimpin Partai Hijau, mengaku “sangat terkejut” dengan komentar Bayrou. Ia menegaskan partainya baru saja mengadakan konvensi tahunan pekan lalu dan jelas tidak sedang berlibur.

Sementara itu, Manuel Bompard dari partai sayap kiri ekstrem France Unbowed menyindir lewat media sosial X. Ia mengatakan Bayrou sendiri yang sebentar lagi akan “berlibur” karena berisiko kehilangan jabatannya setelah mosi tidak percaya digelar.

Meski diserang dari berbagai arah, Bayrou tetap pada pernyataannya. Kepada wartawan pada Kamis (28/8), ia mengatakan bahwa liburan pada bulan Agustus adalah hal yang lumrah di Prancis. “Semua orang tahu itu normal dan begitulah cara kerjanya,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.